NewsTicker

Damaskus Kecam Kebohongan Terus Menerus Erdogan soal Agresinya di Suriah

Damaskus Kecam Kebohongan Terus Menerus Erdogan soal Agresinya di Suriah Damaskus

Suriah – Republik Arab Suriah menyesalkan kengototan Presiden Rezim Turki untuk terus berbohong dan berdalih mengenai tindakannya di Suriah, menegaskan bahwa pernyataannya tentang Perjanjian Adana menegaskan kembali rasa tidak hormatnya terhadap kewajiban atau perjanjian apapun baik itu dalam kerangka pemahaman Astana atau Sochi.

“Republik Arab Suriah menyesalkan kengototan presiden rezim Turki Erdogan untuk melanjutkan kebohongan dan menyesatkan mengenai tindakannya di Suriah, terutama klaimnya berkaitan dengan masuknya pasukannya ke Aleppo utara sesuai Perjanjian Adana tentang Memerangi Terorisme,” ujar sumber resmi di Kementerian Luar Negeri dan Asing pada hari Rabu (05/02) kepada SANA.

Sumber menambahkan bahwa dalam hal ini, Suriah menegaskan Perjanjian Adana memaksakan koordinasi dengan Pemerintah Suriah karena dianggap sebagai perjanjian antara dua negara, dan dengan demikian, Erdogan tidak dapat bertindak secara sepihak sesuai dengan kewajiban perjanjian ini.

Baca Juga:

Sumber itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Perjanjian Adana untuk menjamin keamanan perbatasan antara kedua negara sebenarnya bertujuan untuk memerangi terorisme, tetapi apa yang dilakukan Erdogan adalah untuk melindungi alat-alat kelompok teroris yang ia berikan semua jenis dukungan dimana kelompok terror itu telah runtuh dengan kemanangan demi kemenangan Tentara Arab Suriah, sehingga proyek Erdogan di Suriah juga telah runtuh bersama mereka.

Sumber itu menyimpulkan dengan mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat oleh Erdogan menegaskan kembali cara-cara kebohongan, menyesatkan dan dalih yang menjadi dasar peraturan kebijakannya.

Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa Ankara tidak menghargai komitmen atau kesepakatan apapun baik dalam kerangka pemahaman Astana atau Sochi atau kewajiban Adana.

Penginkaran ini membuat rezim Turki dan presidennya kehilangan kredibilitas minimum dan kegagalan suram akan menjadi tak terelakkan atas nasib kebijakan bermusuhannya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: