Komisaris Tinggi HAM PBB: Sanksi Anti-Iran Amerika Tak Manusiawi

Tehran – Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM), dalam pertemuan dengan Kepala Dewan Tinggi Peradilan untuk Hak Asasi Manusia Iran, menggambarkan bahwa sanksi anti-Iran AS sebagai tidak manusiawi dan tidak dapat diterima, mengatakan bahwa Komisi Tinggi PBB untuk HAM adalah satu-satunya lembaga yang telah mengambil sikap menentang sanksi itu.

Ali Baqeri Kani, Kepala Dewan Tinggi Peradilan untuk HAM Iran, pada gilirannya mengecam AS karena mencegah ekspor medis ke Iran, menggambarkan sanksi Washington kepada Tehran itu sebagai biadab dan tidak berperi kemanusiaan.

Baca Juga:

Kemajuan dalam negeri negara Iran telah membuat marah AS dan untuk alasan itulah sanksi biadab dikenakan pada bangsa, dengan mereka memblokir ekspor obat-obatan ke Iran, berniat untuk menolak hak orang-orang Iran untuk hidup, di samping hak untuk membuat kemajuan,” ujar Kani Baqeri, dalam pertemuan Rabu dengan Bachelet.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Republik Islam Iran didasarkan pada penegakan hak asasi manusia dan memastikan hak-hak bangsa Iran.

Menolak klaim negara-negara Eropa tentang pelanggaran hak asasi manusia di Iran, ia mengatakan bahwa pemerintah Eropa yang mensponsori resolusi hak asasi manusia terhadap Iran di Dewan Hak Asasi Manusia adalah kaki tangan Arab Saudi dalam membunuh anak-anak Yaman di satu sisi dan bermitra dengan AS dalam membunuh anak-anak tak berdosa Iran disisi lain dengan mencegah ekspor obat-obatan.

Baca Juga:

Mengecam pembunuhan terhadap Letnan Jenderal Qassem Soleimani, ia mengatakan bahwa politisasi hak asasi manusia adalah kenyataan pahit yang tidak dapat disangkal.

Pada akhir pertemuan, sebuah petisi yang ditandatangani oleh ribuan orang dari Tehran di sela-sela rapat umum 11 Februari sebagai kutukan atas kejahatan AS dalam membunuh Jenderal Soleimani dan penuntutan para pelaku disampaikan kepada pejabat PBB untuk diserahkan kepada sekretaris jenderal PBB dan otoritas terkait lainnya.

Sebelumnya pada hari Senin, Baqeri Kani mengecam sanksi sepihak Washington yang menghalangi akses negaranya untuk obat-obatan dan makanan asing, menantang keanggotaan Washington di Dewan HAM PBB (HRC). (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Arrahmahnews

Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

https://arrahmahnews.com/

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: