NewsTicker

Analis: AS Ikut Campur dalam Pemilu di 80 Negara sejak Akhir Perang Dunia II

Amerika Serikat – Terlepas dari tuduhan AS bahwa Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika 2016, sesungguhnya Badan intelijen AS justru telah berusaha mempengaruhi pemilu di 80 negara sejak akhir Perang Dunia II pada 1945. Seorang penulis dan komentator politik di Chicago menekankan hal ini dalam wawancaranya pada Hari Senin (17/02).

CIA dan NSA [Badan Keamanan Nasional] telah ikut campur dalam pemilihan di AS dan di luar negeri,” ujar Stephen Lendman kepada Press TV, menambahkan bahwa AS telah mencampuri pemilu di lebih dari 80 negara sejak akhir Perang Dunia II.

“Ini mungkin dilakukan bersama dengan Israel, tetapi yang jelas mereka melakukannya,” kata Lendman.

Baca Juga:

“Sejauh menyangkut Rusia, tidak ada bukti apa pun bahwa Rusia pernah ikut campur dalam pemilihan AS,” tambahnya.

Sebuah jajak pendapat Gallup yang dirilis pada hari Kamis menemukan bahwa disaat AS menuju pemilihan presiden 2020, sekitar enam dari 10 orang Amerika tidak percaya pada kejujuran pemilihan AS, salah satu peringkat terburuk di negara-negara demokrasi terkaya di dunia.

Menurut jajak pendapat itu, hampir 60 persen orang Amerika mengatakan mereka kurang percaya pada kejujuran pemilu Amerika, sementara 40 persen mengatakan mereka memiliki keyakinan.

Dari 32 negara yang termasuk dalam jajak pendapat Gallup, AS menduduki peringkat 29 dalam hal ketidakpercayaan dalam pemilu. Hanya warga Chili dan Meksiko memiliki peringkat dibawahnya.

Baca Juga:

Badan-badan intelijen AS telah mengklaim Rusia ikut campur dalam pemilihan 2016 dengan kampanye peretasan email dan propaganda online yang bertujuan menebarkan perselisihan di Amerika Serikat dan membantu Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS.

Seorang mantan spesialis kontra-terorisme Amerika dan petugas intelijen militer CIA mengatakan bahwa Israel telah lama ikut campur dalam politik dan pemilihan Amerika, tetapi para pejabat AS lebih memilih untuk tetap diam dan menuduh Rusia. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: