NewsTicker

AS Persiapkan Pertemuan Mohammed bin Salman dan Netanyahu di Mesir

AS Persiapkan Pertemuan Mohammed bin Salman dan Netanyahu di Mesir Putra Mahkota Saudi, Netanyahu

Israel  Media Israel, the Jerusalem Post, melaporkan pada Hari Senin (10/02) bahwa sejumlah sumber menunjukkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan timnya tengah mempersiapkan sebuah pertemuan resmi antara perwakilan dari Israel dan Arab Saudi selama beberapa bulan terakhir, ditengah menghangatnya hubungan antara kedua rezim tersebut.

“Pembicaraan sedang diadakan antara tim-tim dari Israel, Amerika Serikat, Mesir dan Arab Saudi pada KTT yang mungkin akan digelar di Kairo, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dapat bertemu,” lapor JP mengutip Jewish News Syndicate (JNS).

Laporan ini didasarkan pada sumber-sumber diplomatik senior Arab. Sumber-sumber menunjukkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan timnya telah melakukan mediasi antara perwakilan dari Israel dan Arab Saudi selama beberapa bulan terakhir untuk mengatur pertemuan itu.

Baca Juga:

“Dalam beberapa hari terakhir telah ada diskusi yang sangat intensif antara Washington, Israel, Mesir dan Arab Saudi untuk mengatur pertemuan puncak di Kairo pada minggu-minggu mendatang, bahkan sebelum pemilihan di Israel. KTT itu selain dihadiri tuan rumah Mesir, akan dihadiri pula oleh Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi dan juga para pemimpin Uni Emirat Arab, Sudan, Bahrain dan Oman,” kata salah satu sumber Arab kepada JNS.

Laporan lebih lanjut mengindikasikan bahwa Yordania juga diundang untuk menghadiri KTT di Kairo, tetapi undangan itu ditolak oleh Raja Abdullah, yang ingin memasukkan pemimpin Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas. Israel diduga menyetujui undangan itu.

Seorang pejabat senior PA juga mengkonfirmasi laporan dari JNS, mengatakan bahwa PA kemungkinan akan menolak undangan, karena “Abbas dan kepemimpinan di Ramallah akan tetap tegas menerapkan boikot mereka terhadap Washington dan untuk membekukan hubungan diplomatik dengan Israel.”

Washington juga mengisyaratkan kepada Palestina bahwa “ini kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhir Abbas dan Palestina untuk “turun dari pohon” dan mengambil bagian dalam perkembangan diplomatik yang berlangsung di kawasan. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: