NewsTicker

Bloomberg Serang Pompeo Saat Kunjungi Pasukan AS di Saudi, Trump Ingkar

Bloomberg Serang Pompeo Saat Kunjungi Pasukan AS di Saudi, Trump Ingkar Pompeo Kunjungi Tentara AS di Saudi

Arab Saudi – Pada hari kedua kunjungannya ke Arab Saudi, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengunjungi pasukan Amerika sebelum kemudian membahas masalah keamanan atas Iran dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Media AS, Bloomberg, menyoroti kunjungan Pompeo ke pasukan AS ini, menggarisbawahi bagaimana Presiden Donald Trump telah menyalahi janji kampanye 2016 untuk menarik pasukan Amerika dari “perang tanpa akhir” di Timur Tengah.

“Alih-alih menarik pasukan, Amerika Serikat telah mengirim ribuan personel ke kawasan sebagai bagian dari kampanye “tekanan maksimum” melawan Teheran,” bunyi laporan Bloomberg, Jum’at (21/02).

Baca Juga:

Pompeo bertemu dengan Raja Salman di Arab Saudi pada hari sebelumnya dan dari pangkalan udara kemudian menghadiri sebuah pertemuan dan makan malam dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Bloomberg menyoroti bagaimana Pompeo tidak mengatakan apapun mengenai apakah ia akan mengangkat kasus Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post yang terbunuh dan terpotong-potong oleh agen Saudi di Turki pada 2018.

Beberapa masalah lain yang menunjukkan pelanggaran Saudi juga seperti tidak dipersoalkan oleh Menteri Luar Negeri AS tersebut. Pada bulan Desember, seorang peserta pelatihan Angkatan Udara Saudi berusia 21 tahun menewaskan tiga pelaut dalam serangan di sebuah pangkalan militer di Florida, putra mahkota juga  telah terlibat dalam peretasan sebuah telepon milik CEO Amazon.com Inc. Jeff Bezos.

Kerajaan itu juga telah dikritik karena kasus Walid Fitaihi, seorang warga negara Saudi-Amerika yang ditahan pada 2017 dan menuduhnya disiksa di penjara. Dimana kini ia dilarang meninggalkan Arab Saudi.

Baca Juga:

Pompeo bertemu dengan komandan militer AS di pangkalan udara Saudi di mana sekitar 2.500 tentara AS ditempatkan di Saudi dengan alasan sebagai tanggapan terhadap ancaman yang dirasakan dari Republik Islam Iran.

Pangkalan itu termasuk satu skuadron jet tempur Angkatan Udara F-15E AS yang menerbangkan misi harian di Irak dan Suriah dan dua baterai rudal Patriot Amerika yang diklaim siap untuk merobohkan setiap serangan Iran terhadap kerajaan.

Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa kunjungan Pompeo ke pangkalan udara Pangeran Sultan dan baterai Patriot AS di dekatnya menyoroti hubungan keamanan AS-Saudi yang sudah berlangsung lama dan menegaskan kembali tekad Amerika bersama Saudi untuk melawan Iran.

Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah pembunuhan AS terhadap komandan militer Iran Qassem Soleimani ditengah kunjungan resmi sang Jenderal ke Irak pada 3 Januari.

Langkah itu memicu pembalasan Iran dengan serangan rudal yang menargetkan pangkalan militer Irak untuk menampung pasukan AS. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: