NewsTicker

Iran Tetap Kerjasama dalam Penyelidikan Pesawat Ukraina Meski Rekaman Bocor

Lokasi Pesawat Ukraina Jatuh di Dekat Iran

Iran – Tehran akan terus bekerja sama dengan negara-negara lain dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Ukraina meskipun ada rekaman pembicaraan antara operator Iran yang telah bocor. Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengatakan ini dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (04/02).

“Organisasi ini akan terus menyelidiki berbagai aspek jatuhnya pesawat Ukraina sesuai dengan undang-undang nasional dan norma-norma internasional dalam kerja sama dengan negara-negara yang memiliki hubungan dengan insiden ini,” kata pernyataan yang dikutip TASS, menekankan bahwa publikasi rekaman audio pembicaraan antara para operator “Berlawan dengan norma-norma dalam melakukan penyelidikan kecelakaan pesawat”.

Baca Juga:

Mantan CIA Benarkan Serangan Cyber AS Penyebab Kecelakaan Pesawat Ukraina

Rusia: 6 Jet Tempur F-35 AS di Perbatasan Iran pada Saat Kecelakaan Pesawat Ukraina

Analis: Amerika Hack GPS Pesawat Ukraina Hingga Tertembak Iran

Pada hari Senin, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan kepada saluran televisi +1 +1 bahwa Kiev memiliki rekaman penting dari operator Iran yang diduga membuktikan bahwa Tehran tahu tentang menjatuhkan pesawat Ukraina sejak awal.

Rekaman itu berisi percakapan antara pilot penerbangan domestik yang tiba di Tehran dan staf di kontrol lalu lintas udara yang menunjukkan bahwa ada rudal yang terbang di langit Tehran pada saat kecelakaan pesawat.

“File ini adalah salah satu kumpulan bukti yang diberikan kepada kelompok ahli Ukraina (yang merupakan anggota) tim gabungan yang menyelidiki kecelakaan penerbangan,” kata Rezayi Far kepada kepada kantor berita Mehr.

Pada 8 Januari, sebuah Boeing-737 dari Ukraina International Airlines menuju ke Kiev jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini Tehran. Kecelakaan itu menewaskan semua 176 orang di dalamnya, warga Afghanistan, Jerman, Iran, Kanada dan Ukraina dan juga warga negara Inggris dan Swedia. Pada 11 Januari, Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran merilis pernyataan yang mengakui pesawat itu ditembak jatuh karena kesalahan. Menurut Brigadir Jenderal Iran Amir-Ali Hajizadeh, pesawat itu salah diidentifikasi sebagai rudal jelajah oleh pasukan pertahanan udara. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: