NewsTicker

Jelang 6 Tahun Agresi Kejam Saudi Cs, Riyadh Masih Terjebak di Yaman

Tentara Rudal Yaman

Yaman – Kampanye berdarah oleh koalisi pimpinan rezim Arab Saudi terhadap Yaman akan memasuki tahun keenam bulan depan, dan Riyadh hampir seluruhnya gagal mencapai tujuan mereka karena perlawanan para pejuang Yaman yang tidak hanya berhasil melawan tetapi juga menimbulkan kerusakan signifikan pada mesin perang Saudi.

Pada tanggal 25 Januari, pasukan tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer meluncurkan serangan besar-besaran yang diberi nama kode Bunyan al-Marsus (Struktur Kuat), untuk melawan  serangan besar pasukan koalisi Saudi yang menargetkan ibu kota Sana’a.

Baca Juga:

Operasi Bunyan Al-Marsus, Houthi Tewaskan 1500 Tentara Bayaran Saudi, 1830 Terluka, dan Ratusan Ditahan

Houthi Rilis Video Kehancuran Puluhan Tank Tentara Bayaran Saudi

Serangan balik Yaman itu tidak hanya menggagalkan serangan Saudi yang direncanakan, tetapi juga membebaskan semua wilayah distrik Nihm, di provinsi Sana’a, dari cengkeraman pasukan pimpinan Saudi. Operasi besar ini didukung oleh perlindungan drone.

Jaringan televisi Yaman al-Masirah, dengan mengutip juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan dalam sebuah laporan rinci pada hari Senin (03/01) bahwa operasi Bunyan al-Marsus mengarah pada pembebasan wilayah luas di provinsi utara Jawf dan pusat provinsi Ma’rib.

Selama konferensi pers, Saree menambahkan bahwa pasukan Yaman berhasil membebaskan total 2.500 meter persegi tanah dari cengkeraman penjajah.

“Pasukan Yaman juga berhasil menyita puluhan tank, kendaraan lapis baja, kendaraan militer, artileri, dan berbagai senjata dari pasukan yang dipimpin Saudi,” tambahnya.

“Saree mengatakan bahwa sedikitnya 1.500 pasukan koalisi pimpinan Saudi telah terbunuh dan 1.830 lainnya menderita luka-luka dalam operasi itu. Hampir 170 lainnya ditahan oleh pasukan Yaman,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut pejabat tinggi militer Yaman itu menambahkan bahwa Operasi Bunyan al-Marsus, yang dimulai pada 30 Januari, juga menyebabkan penghancuran 17 batalyon pasukan musuh.

Baca Juga:

Tentara Yaman Gagalkan Serangan Besar-besaran Milisi Bayaran Saudi untuk Kuasai Sana’a

Rudal Yaman Hajar Aramco dan 3 Bandara Serta Fasilitas-fasilitas Penting Saudi

Saree mengatakan bahwa operasi besar-besaran itu melibatkan sedikitnya 41 serangan udara, yang dilakukan oleh pesawat tempur Yaman, terhadap posisi pasukan pimpinan Saudi baik di dalam Yaman maupun di dalam Arab Saudi.

Menurut laporan itu, pasukan Yaman juga melakukan 21 serangan rudal terhadap sasaran di bandara Jizan dan Najran, dua provinsi selatan Arab Saudi, dan Abha, ibukota provinsi Asir, provinsi Saudi. Serangan rudal itu juga menargetkan fasilitas minyak Saudi Aramco, yang juga diserang oleh rudal dan drone Yaman tahun lalu.

Pada Maret 2015, Arab Saudi, dengan bantuan sejumlah sekutunya, khususnya Uni Emirat Arab (UEA), meluncurkan kampanye militer brutal terhadap Yaman yang miskin, dimana mantan Presidennya, Abd Rabbuh Mansur Hadi melarikan diri ke Riyadh beberapa bulan sebelumnya setelah mundur.

Kampanye yang dipimpin Saudi, yang diberi nama kode Operasi Badai Tegas, diluncurkan untuk mencapai dua tujuan utama: membawa Hadi, sekutu setia Riyadh, kembali berkuasa, dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah, yang para pejuangnya terbukti sangat membantu tentara Yaman dalam membela negara Arab itu melawan penjajah sejak awal perang yang dipaksakan ini.

Pada awal perang, yang dimulai dengan kampanye serangan udara, para penguasa Saudi dan menteri pertahanan kerajaan saat itu, Pangeran Mohammed bin Salman, yakin bahwa kecanggihan alat-alat militer mereka jelas akan memberikan kemenangan mudah.

Namun, meskipun menghabiskan jutaan dolar dan mempekerjakan ribuan tentara bayaran asing, terutama dari Sudan, rezim Saudi saat ini justru terjebak di Yaman dan secara praktis gagal dalam mencapai kedua tujuannya.

Mantan presiden Hadi masih di Riyadh dan para pejuang Houthi masih membela Yaman bersama dengan tentara Yaman dan Komite Rakyat. Tentara Yaman dalam kondisi perang justru berhasil merancang dan membuat rudal balistik serta drone tempurnya sendiri, yang telah mengubah keseimbangan kekuatan dengan koalisi pimpinan Saudi yang gagal. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: