NewsTicker

Kepala HAM PBB Desak Saudi Bebaskan Aktivis Perempuan dari Penjara

Kepala HAM PBB Desak Saudi Bebaskan Aktivis Perempuan dari Penjara Aktivis HAM Saudi

Arab Saudi – Kepala Hak Asasi Manusia PBB mendesak Arab Saudi untuk membebaskan aktivis perempuan dan juga menegakkan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai. Kerajaan Arab itu tengah bersiap untuk mengadakan KTT Riyadh G20 2020 pada November nanti.

Menyampaikan pidato di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada hari Kamis, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet meminta Riyadh untuk juga meninjau hukuman para aktivis, pemimpin agama dan jurnalis, mendesak para pemimpin Saudi untuk membebaskan beberapa aktivis perempuan, yang dijebloskan di balik jeruji karena menuntut “reformasi kebijakan diskriminatif”.

Baca Juga:

Rezim ultra-konservatif Arab Saudi telah sering dikritik oleh PBB dan kelompok-kelompok HAM internasional karena melanggar Hak Asasi Manusia terutama para perempuan dan aktivis, jumlah eksekusi yang tinggi, dan tindakan keras terhadap pembangkang politik serta juru kampanye pro-demokrasi.

Riyadh mendapat kecaman besar-besaran pada tahun 2018 setelah wartawan Saudi Jamal Khashoggi dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong setelah dipancing untuk memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Bukti menunjukkan bahwa pembunuhan mengerikan itu dilakukan oleh pasukan pembunuh dan memiliki keterkaitan eran dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Pejabat Turki menuduh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu.

Baca Juga:

“Saya juga menyerukan transparansi penuh dalam proses peradilan yang sedang berlangsung, dan akuntabilitas komprehensif, mengenai pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi,” tambah Bachelet.

Selama beberapa tahun terakhir, Riyadh telah mendefinisikan kembali undang-undang anti-terorisme untuk menargetkan aktifis. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: