NewsTicker

Kepala Media Anti-Iran di Perancis Akui Jual Informasi Intelijen tentang Qassem Soleimani

Iran – Pengelola situs web terkenal dan saluran Telegram, Amad News, Rouhollah Zam, mengakui selama persidangannya bahwa ia telah memberikan informasi intelijen kepada agen mata-mata asing tentang keberadaan pejabat militer Iran di negara-negara kawasan, termasuk Komandan IRGC yang terbunuh, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Sesi pengadilan ketiga Zam yang telah ditangkap oleh IRGC pada Oktober lalu diadakan pada hari Selasa (25/02).

Selama sesi itu, perwakilan jaksa mengatakan bahwa “tersangka telah mengakui bahwa menyatakan waktu dan tempat operasi di Suriah, perjalanan para komandan, khususnya martir Jenderal Qassem Soleimani, adalah salah satu misinya”.

Baca: Hassan Nasrallah Ungkap Peran Penting Qassem Soleimani di Hizbullah

Zam sendiri juga mengakui kegiatannya memata-matai dalam perjalanan para petinggi militer Iran di kawasan.

Jaksa juga mengatakan bukti menunjukkan bahwa Zam telah menyampaikan informasi intelijen pada saat kedatangan Jenderal Soleimani di salah satu negara kawasan kepada agen intelijen asing, memberitahukan kepada agen itu tentang perjalanan yang tertunda oleh delegasi militer yang mungkin termasuk didalamnya ada Qassem Soleiami, ke Irak.

Zam, yang mendalangi, mengorganisasi dan memimpin situs web yang terkenal dan saluran Telegram, Amad News, ditangkap beberapa bulan lalu.

Baca: Puluhan Ribu Rakyat Irak Peringati 40 Hari Kesyahidan Jendral Soleimani dan Abu Mahdi Muhandis

Pernyataan IRGC waktu itu menyebut bahwa Organisasi intelijen IRGC, menggunakan metode intelijen baru dan profesional dan trik-trik inovatif, menipu layanan (mata-mata) asing dan menangkap Rouhollah Zam, pemimpin kelompok situs berita (dan saluran Telegram)Amad yang anti-revolusioner dan bermusuhan.

Ia menambahkan bahwa Zam yang dituduh menebar propaganda dan upaya untuk menimbulkan rasa tidak aman serta kekacauan dan tindakan kekerasan dan terorisme di Iran tertipu untuk mengunjungi Iran dan ditangkap.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Zam dipandu oleh badan intelijen Perancis dan didukung oleh AS, Israel dan agen mata-mata lainnya dan secara permanen dilindungi dengan beberapa lapisan cakupan layanan rahasia, termasuk perlindungan terbuka dan rahasia, namun ia berhasil ditahan oleh organisasi intelijen IRGC. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: