NewsTicker

Koalisi Saudi Konfirmasi Jet Tempurnya Ditembak Jatuh di Yaman

Koalisi Saudi Konfirmasi Jet Tempurnya Ditembak Jatuh di Yaman Bangkai Jet Saudi

Arab Saudi Kantor Berita Saudi dengan mengutip juru bicara Koalisi Arab, Turki Al-Malki, pada hari Sabtu (15/02) mengkonfirmasi bahwa salah satu jet tempur Tornado mereka telah ditembak jatuh di Yaman utara pada Jum’at malam.

“Pukul 23.45 pada hari Jumat, 14 Februari 2020, sebuah pesawat tempur Tornado dari Royal Saudi Air Force ditembak jatuh ketika sedang dalam misi dukungan udara dekat ke unit-unit Tentara Nasional,” kata Malki.

Pasukan Ansarallah mengumumkan pada Jumat malam bahwa pasukan pertahanan udara mereka menembak jatuh jet tempur Saudi di atas Provinsi Al-Jawf setelah melakukan serangan udara di beberapa lokasi di Yaman utara.

Baca Juga:

“Pertahanan udara menembak jatuh pesawat perang koalisi dengan rudal permukaan-ke-udara canggih yang didukung oleh teknologi modern. Langit Yaman bukan untuk berjalan-jalan dan musuh harus berpikir seribu kali untuk itu,” kata juru bicara Angkatan Darat Yaman yang berafiliasi dengan Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Sare’a, pada Jumat malam.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Koalisi dan pasukan militer yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi berusaha memulihkan daerah-daerah yang baru-baru ini lepas dari kendali mereka di provinsi Marib, Sanaa, dan Al-Jawf, menyusul serangan besar-besaran Ansarallah.

Pada Maret 2015, Arab Saudi, dengan bantuan sejumlah sekutunya, khususnya Uni Emirat Arab (UEA), meluncurkan kampanye militer brutal terhadap Yaman yang miskin, dimana mantan Presidennya, Abd Rabbuh Mansur Hadi melarikan diri ke Riyadh setelah beberapa bulan sebelumnya mundur.

Baca Juga:

Kampanye yang dipimpin Saudi, yang diberi nama kode Operasi Badai Tegas, diluncurkan untuk mencapai dua tujuan utama: membawa Hadi, sekutu setia Riyadh, kembali berkuasa, dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah, yang para pejuangnya terbukti sangat membantu tentara Yaman dalam membela negara Arab itu melawan penjajah sejak awal perang yang dipaksakan ini.

Pada awal perang, yang dimulai dengan kampanye serangan udara, para penguasa Saudi dan menteri pertahanan kerajaan saat itu, Pangeran Mohammed bin Salman, yakin bahwa kecanggihan alat-alat militer mereka jelas akan memberikan kemenangan mudah.

Namun, meski menghabiskan jutaan dolar dan mempekerjakan ribuan tentara bayaran asing, terutama dari Sudan, rezim Saudi saat ini justru terjebak di Yaman dan secara praktis gagal dalam mencapai kedua tujuannya.

Mantan presiden Hadi masih di Riyadh dan para pejuang Houthi masih membela Yaman bersama dengan tentara Yaman dan Komite Rakyat.

Tentara Yaman dalam kondisi perang justru berhasil merancang dan membuat rudal balistik serta drone tempurnya sendiri, yang telah mengubah keseimbangan kekuatan dengan koalisi pimpinan Saudi yang gagal. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: