NewsTicker

Lagi-lagi Pentagon Umumkan Peningkatan Korban akibat Serangan Iran ke Ain Al-Assad

Lagi-lagi Pentagon Umumkan Peningkatan Korban akibat Serangan Iran ke Ain Al-Assad Lagi-lagi Pentagon Umumkan Peningkatan Korban akibat Serangan Iran ke Ain Al-Assad

Amerika Serikat – Departemen Pertahanan AS sekali lagi meningkatkan jumlah tentara yang terluka dalam serangan rudal pembalasan Iran di Irak bulan lalu, dengan mengatakan mereka telah menderita “cedera otak traumatis.”

Pada hari Jumat (21/02) Pentagon mengatakan bahwa 110 tentara mereka telah didiagnosis dengan cedera otak traumatis setelah serangan Iran pada 8 Januari. Angka itu lebih tinggi dari jumlah korban terakhir yang diumumkan pada 10 Februari.

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menembakkan peluru kendali balistik ke Ain al-Asad, pangkalan udara besar yang menampung sekitar 1.500 tentara AS, dan pos terdepan lainnya di Erbil, ibukota semi-otonom Kurdistan Irak.

Baca Juga:

Operasi rudal itu sebagai tanggapan atas pembunuhan 3 Januari oleh Washington atas Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang memimpin Pasukan Quds IRGC.

Pembunuhan itu juga mengakibatkan kematian Abu Mahdi al-Muhandis, yang merupakan komandan kedua dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak.

Berbicara pada pagi hari setelah operasi militer balasan Iran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tidak ada tentara Amerika yang terluka dalam serangan itu.

Baca Juga:

“Kita tidak menderita korban, semua prajurit kita selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kita,” tambahnya.

Pentagon juga pada awalnya menyangkal adanya korban dari serangan itu. Namun seiring berjalannya waktu mereka mengumumkan adanya korban tentara yang mengalami cedera otak, dan terus menambahkannya setiap selang beberapa hari atau minggu. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: