NewsTicker

Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Meninggal Dunia

Mesir – Mantan presiden yang telah berkuasa selama 30 tahun di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada Selasa (25/02) pada usia 91 tahun di rumah sakit militer Galaa Kairo. Baik keluarganya maupun TV pemerintah mengumumkan hal ini.

Putranya Alaa Mubarak mencuit bahwa “pagi ini ayah saya, presiden Mubarak, meninggal dunia.”

Ipar Mubarak, Jenderal Mounir Thabet, mengatakan kepada AFP bahwa keluarga itu ada di rumah sakit dan bahwa kantor kepresidenan akan menyelenggarakan pemakaman.

Mubarak telah lama berjuang melawan penyakit dan baru-baru ini dirawat di unit perawatan intensif.

Baca: Viral Hosni Mubarak Meninggal, Ternyata Hoaks!

Mubarak merupakan pilot pesawat tempur Mesir yang dilatih Uni Soviet. Ia kemudian menjadi sekutu utama AS di Timur Tengah, dan menerima miliaran dollar AS dalam bentuk bantuan militer.

Mubarak merupakan pemantau perjanjian Kamp David yang mempertemukan Israel dan Palestina untuk menghentikan perang dingin di antara keduanya.

Revolusi di Tunisia pada Januari 2011 yang memunculkan unjuk rasa Musim Semi Arab, membuat orang-orang berunjuk rasa di jalan-jalan di Cairo berhadap-hadapan dengan polisi anti huru hara.

Tentara menolak untuk menjadi penengah atas namanya. Mubarak akhirnya mundur dan menyerahkan kekuasaanya pada dewan militer pada Februari 2012. Dia kemudian tinggal di pengasingan di kota Sharm el-Sheikh.

Baca: Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Dibebaskan dari Penjara

Hosni Mubarak lahir tanggal 4 Mei 1928 di pedesaan di Delta Sungai Nil. Karir militernya dimulai di angkatan udara tahun 1949. Mubarak lulus sebagai pilot tempur setahun kemudian dan menjadi komandan angkatan udara di tahun 1972.

Mubarak menjadi pahlawan nasional ketika bertempur dalam Perang Yom Kippur yang memberikan pukulan besar pada pasukan Israel di Sinai.

Mubarak menjadi saksi atas kematian Presiden Anwar Sadat akibat tembakan sekelompok orang bersenjata pada 6 Oktober 1981, saat menghadiri parade kemenangan untuk merayakan kemenangan pasukan Mesir terhadap Israel sebagai permulaan dari Perang Yom Kippur.

Mubarak duduk dekat Sadat saat itu. Dia terluka di tangan. Delapan hari kemudian, Hosni Mubarak diangkat sebagai presiden menggantikan Anwar Sadat. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: