NewsTicker

NATO Tak Berencana Bantu Turki di Suriah Utara

NATO Tak Berencana Bantu Turki di Suriah Utara Markas NATO

Amerika Serikat – NATO tidak punya rencana untuk memberikan dukungan militer kepada Ankara jika Turki melancarkan operasi militer di Suriah utara. Sumber diplomatik dari salah satu negara anggota NATO mengatakan ini kepada TASS pada hari Senin (17/02).

“Negara-negara NATO tidak akan mendukung permintaan Pasal 5 atas kematian pasukan Turki di Idlib pada awal Februari,” sumber itu menjelaskan.

Menurutnya, NATO tidak mempertimbangkan kemungkinan menyediakan bantuan militer kepada Turki jika terjadi operasi militer di wilayah tersebut.

Baca Juga:

Diplomat itu mengatakan bahwa kematian pasukan Turki di Idlib adalah tragedi tetapi telah terjadi selama operasi militer unilateral di tanah asing, yang melampaui Pasal 5 dari perjanjian pendiri NATO.

Ia menambahkan bahwa faktanya juga jelas bagi Turki, karena itulah Ankara belum mencoba memulai konsultasi dengan NATO mengenai masalah ini.

Adapun kemungkinan operasi militer Turki yang bertujuan menghentikan kemajuan pasukan pemerintah Suriah di Idlib dan membantu kelompok-kelompok bersenjata ilegal dalam mempertahankan kendali atas bagian-bagian tertentu dari provinsi tersebut, sumber tersebut mencatat bahwa sebagai anggota NATO, Turki mendapat dukungan politik dari negara-negara anggota lainnya tetapi tidak ada rencana untuk memberikan bantuan militer kepada Ankara.

Diplomat itu menekankan bahwa tidak semua anggota NATO sejalan dengan Turki di Suriah dan Libya, dan masalah pemberian dukungan militer ke Turki belum diangkat pada pertemuan para menteri pertahanan NATO pada 12-13 Februari.

Situasi di provinsi Idlib Suriah meningkat setelah militer Rusia dan Turki melakukan upaya lain untuk memastikan gencatan senjata. Sebagai tanggapan, teroris meningkatkan serangan, membunuh ahli militer Rusia dan Turki.

Baca Juga:

Tentara Suriah mengambil tindakan terhadap para ekstrimis, merebut kota Saraqib pada 5 Februari. Pada 7 Februari, surat kabar Milliyet Turki melaporkan bahwa tiga dari 12 titik pengamatan Turki terletak di daerah-daerah yang dikendalikan oleh Damaskus.

Pada pagi hari tanggal 11 Februari, pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Suriah, khususnya di Saraqib dan pemukiman Nayrab. Pertempuran itu juga melibatkan para pendukung kelompok teror Jabhat al-Nusra. Pasukan Suriah menggagalkan serangan, sementara militan menderita kerugian besar. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: