NewsTicker

Pakar: Pemerintahan Trump Dijalankan Gangsters Tel Aviv untuk Pecah Belah Dunia Islam

Amerika Serikat – Seorang pakar Amerika mengatakan bahwa pemerintahan Trump, yang dijalankan oleh para gangster yang berkantor pusat di Tel Aviv dan menduduki Yerusalem al-Quds, ingin terus memecah belah dan menaklukkan dunia Islam.

Kevin Barrett, seorang penulis, jurnalis, dan pembawa acara radio dengan gelar Ph.D. dalam Studi Islam dan Arab, membuat pernyataan ini dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat (21/02) ketika mengomentari kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Arab Saudi.

Barrett mengatakan bahwa Pompeo mendorong agenda seperti biasa, yaitu bahwa Saudi harus tetap menjaga permusuhan mereka terhadap Iran. Dan alasan pertama yang ia katakan adalah bahwa Iran bertekad untuk menghapus Israel dari peta.”

Baca Juga:

“Sekarang mengapa Arab Saudi harus khawatir tentang upaya melindungi proyek kolonial pemukim Zionis yang melakukan kekejaman dan genosida di wilayah pendudukan Palestina, dan menghina serta mempermalukan seluruh dunia Islam dengan melakukan kekejaman ini di Tanah Suci, yang telah dikelola oleh umat Islam, sejak awal Islam? ” tanyanya.

“Mengapa Saudi yang seharusnya menjadi penjaga tempat-tempat suci, harus keberatan terhadap siapa pun yang ingin mengakhiri proyek Zionis?” lanjutnya.

Pompeo menurut Barret saat ini berada di Arab Saudi, menyuruh Saudi untuk ikut perang melawan Iran, demi Israel. Ia mempertanyakan apakah Saudi akan terus bertahan dengan tuntutan Amerika ini. Barret menyinggung bahwa kepemimpinan di Irak telah menyebut Jenderal Qassem Soleimani dibunuh karena ia berada dalam misi perdamaian untuk menciptakan perdamaian antara Iran dan Arab Saudi.

“Rupanya, pemerintahan Trump, yang dijalankan oleh para gangster yang berkantor pusat di Tel Aviv dan menduduki Yerusalem, mungkin tidak senang dengan kemungkinan itu. Itu akan merusak peluang mereka untuk terus memecah belah dan menaklukkan dunia Islam untuk melindungi kekejaman Zionis terhadap rakyat Palestina,” katanya.

“Jadi apakah Pompeo akan sukses dalam perjalanan dimana ia tentu saja menyebarkan segala macam propaganda anti-Iran, meremehkan pemilihan Iran, meskipun tidak ada pemilu sama sekali di Arab Saudi, dan sebaliknya mengatakan segala macam hal-hal yang tidak masuk akal, masih harus dilihat,” ujarnya lebih lanjut.

“Tapi ini hanyalah contoh lain dari upaya kontraproduktif canggung yang keluar dari pemerintahan Trump. Orang-orang ini terus menembak diri mereka sendiri. Dan sepertinya sebelum mereka selesai melakukannya, bukan hanya kehadiran AS di Timur Tengah, tetapi seluruh Kekaisaran AS akan runtuh,” pungkasnya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: