Internasional

Parlemen Suriah: Genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman Turki Sangat Bengis dan Kejam

Parlemen Suriah: Genosida Armenia oleh Kekaisaran Ottoman Turki Sangat Bengis dan Kejam
Parlemen Suriah

Suriah  Parlemen Suriah menyatakan bahwa pembunuhan massal lebih dari satu juta orang Armenia oleh Kekaisaran Ottoman yang terjadi satu abad yang lalu, ketika ketegangan memuncak antara Damaskus dan Ankara, yang disebabkan oleh kampanye militer di provinsi Idlib.

“Parlemen … mengutuk dan mengakui genosida yang dilakukan terhadap Armenia oleh pemerintah Ottoman pada awal abad kedua puluh,” kata legislatif dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis.

Baca Juga:

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa Dewan Rakyat menyetujui mosi tanpa satu suara menentangnya, dan menggambarkan genosida sebagai “salah satu kejahatan paling kejam terhadap kemanusiaan.”

Para anggota parlemen juga meminta komunitas internasional untuk mengutuk pembunuhan massal orang-orang Armenia. Sementara itu, ketua parlemen Suriah, Hammouda Sabbagh, mengatakan orang-orang Suriah menghadapi permusuhan Turki dikarenakan ideologi berbahaya Utsmani, menunjukkan bahwa orang-orang Suriah tahu persis jenis kejahatan rasial karena mereka menggunakan terorisme brutal dengan cara yang sama dan pola pikir kriminal.

Sabbagh menambahkan bahwa kejahatan keji terhadap orang-orang yang tak berdosa tidak akan dilupakan seiring berjalannya waktu, terutama dengan mempertimbangkan bahwa neo-Ottomanisme menggunakan gaya kriminal yang sama.

Dia meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawab kemanusiaan, etis dan politisnya dalam mengakui kejahatan ini, dan tidak menyangkalnya sembari mengutuknya dengan keras.

Baca Juga:

Armenia mengatakan 1,5 juta orang terbunuh di bawah Kekaisaran Ottoman, cikal bakal Turki modern, dari tahun 1915 hingga 1917, dan bahwa pembunuhan massal itu merupakan upaya untuk melenyapkan kelompok etnis Kristen.

Turki sebaliknya merilis jumlah korban jauh lebih rendah dan dengan tegas menolak istilah genosida, serta mengatakan bahwa orang-orang Turki juga tewas dalam pertempuran sebagai bagian dari Perang Dunia I.

Langkah ini dilakukan di tengah ketegangan yang meningkat antara Suriah dan Turki terkait Idlib dan ancaman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tentang eskalasi militer di sana. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: