NewsTicker

Pengarang Buku La Tahzan Sebut Erdogan “Penghasut” di Timur Tengah

Pengarang Buku La Tahzan Sebut Erdogan Pengarang Buku La Tahzan

Arab Saudi – Seorang ulama garis keras Saudi yang juga pengarang buku terlaris pada masanya “La Tahzan”, Aid Al-Qarni, baru-baru ini membuat geger para pengikutnya setelah ia menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah ceramah, seperti dikutip media Arabi21.

Dalam klip video itu, al-Qarni mengatakan bahwa ia “tertipu” oleh presiden Turki, dan menggambarkannya sebagai “penghasut” di Timur Tengah.

Baca Juga:

Dia menuduh Erdogan menentang Arab Saudi, menjual isu-isu Islam dan menjual Suriah untuk kepentingannya, serta membunuh orang-orang Libya dan Yaman. Dia juga menuduh Turki mensponsori kesyirikan dengan percaya pada “kuburan dan mistis”.

Al-Qarni menganggap kekhalifahan Utsmaniyah sebagai “penjajah” dunia Islam, termasuk negaranya, Arab Saudi. Presiden Turki sendiri adalah politisi yang kontroversial dan tidak konsisten terhadap kebijakan-kebijakan luar negerinya.

Belum lama ini, ia menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan menolak Perjanjian Abad Ini Trump, tetapi di sisi lain Turki memiliki hubungan mesra dengan Israel dalam berbagai bidang.

Erdogan selalu memposisikan dirinya seakan-akan peduli terhadap kemanusiaan, dengan menyuarakan keprihatinan terhadap operasi militer Suriah di Aleppo dan Idlib, dengan jualan “bencana kemanusiaa”.

Baca Juga:

Anehnya, Erdogan tidak pernah menyuarakan kemanusiaan di saat Aleppo dan Idlib dikuasai oleh kelompok-kelompok teroris. Padahal di sana, ada ratusan ribu rakyat sipil tak berdosa yang tertindas di bawah kekuasaan teroris.

Namun, setelah Aleppo dibersihkan dari teroris oleh Tentara Arab Suriah atau pasca kekalahan teroris di Aleppo, Presiden Turki sekonyong-konyong peduli kemanusiaan dan berjualan bencana kemanusiaan.

Bencana kemanusiaan yang mana, kekalahan teroris atau warga sipil?

Erdogan selama satu tahun mengingkari janjinya terhadap Rusia atas perjanjian yang disepakatinya dengan Moskow di Sochi. Ia gagal memisahkan teroris dan pemberontak moderat. Ia gagal mendorong mundur kelompok-kelompok teroris dari zona de-eskalasi yang disepakati.

Bukti-bukti tak terbantahkan juga menunjukkan bahwa Turki aktif mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah, memberikan akses perjalanan ke Suriah melalui perbatasannya, melakukan perdagangan minyak ISIS dari ladang-ladang minyak Suriah.

Ada juga yang mengatakan bahwa Al-Qarni menyerang Turki atas perintah Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, karena posisi Turki terkait kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di Istanbul. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: