NewsTicker

PENJAJAH! AS Tolak Permintaan Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian Pasukan

PENJAJAH! AS Tolak Permintaan Irak, Tawarkan Penarikan Sebagian Pasukan Tentara Amerika

Washington  Militer AS menawarkan rencana penarikan sebagian pasukannya dari Irak, dan mengingkari janji sebelumnya untuk menarik militer dari negara itu, situs berita online Middle East Eye (MEE) melaporkan.

Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pertemuan rahasia telah digelar antara kedua belah pihak di kediaman pribadi duta besar Kanada untuk Yordania di Amman pekan lalu.

Seorang perwakilan militer AS mengatakan kepada Irak bahwa Washington siap meninggalkan posisi di atau dekat daerah-daerah mayoritas Syiah, seperti pangkalan udara Balad yang menampung personel AS sekitar 80 kilometer utara Baghdad.

Baca Juga: 

Rakyat Irak diberitahu bahwa Washington bahkan dapat mempertimbangkan pengurangan pasukannya di ibukota Baghdad, kata laporan itu.

Namun, pihak AS secara tegas menolak penarikan pasukan dari Ain al-Asad, pangkalan udara AS terbesar di provinsi Anbar.

“Kami bahkan tidak bisa memulai pembicaraan tentang penarikan [dari Ain al-Asad]. Penarikan keluar dari pertanyaan,” kata perwakilan AS.

Pekan lalu, dua koalisi parlemen terkemuka Syiah di Irak, Sairoon (Marching Towards Reform) dan al-Fatah (Conquest) memperbarui seruan mereka untuk penarikan pasukan Amerika dari negara Irak.

Seruan penarikan AS terus menggelegar sejak Desember lalu, ketika Trump melakukan kunjungan mendadak ke pangkalan udara Ein al-Asad.

Perjalanan itu memicu gelombang kecaman dari para pemimpin politik Irak, dan beberapa dari mereka menuntut pengusiran cepat pasukan Amerika.

Baru-baru ini, Trump memerintahkan untuk menarik semua pasukan Amerika dari Suriah dan setengahnya dari Afghanistan, tetapi mengatakan ia tidak memiliki rencana serupa untuk Irak.

AS, yang didukung oleh Inggris, menginvasi Irak pada tahun 2003 dengan mengklaim bahwa bekas rezim Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

Baca juga: 

Namun, tidak ada senjata semacam itu yang pernah ditemukan, dan para penjajah menarik diri dari Irak, setelah hampir sembilan tahun melakukan kampanye militer yang menewaskan puluhan ribu jiwa orang-orang Irak yang tak berdosa.

Memimpin koalisi baru sekutu-sekutunya, AS kembali ke Irak pada 2014, ketika kelompok teror Daesh meluncurkan kampanye penghancuran di negara itu. Laporan membuktikan bahwa operasi AS sebagian besar menghindari teroris dan sebaliknya sengaja membunuh warga sipil dan menimbulkan kerusakan infrastruktur Irak.

Angkatan bersenjata Irak, yang didukung terutama oleh pasukan mobilisasi populer, kemudian berhasil membebaskan semua wilayah yang dikuasai Daesh/ISIS berkat bantuan penasihat militer dari negara tetangga Iran. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: