NewsTicker

Rudi S Kamri: Politik Amien Rais Tamat

Rudi S Kamri: Politik Amien Rais Tamat Meme Amien Rais

Jakarta – Sebuah analisa yang menarik ditulis oleh pegiat medsos Rudi S Kamri dalam akun facebooknya terkait tamatnya gerbong politik Amien Rais di PAN.

Menurut Rudi, masih ingat kongres Partai Amanat Nasional (PAN) 2020 di Kendari yang diwarnai saling lempar kursi di atas sajadah? Banyak catatan menarik yang diambil dari pelaksanaan kongres partai gurem yang tengah megap-megap kehabisan nafas dan kehilangan arah tersebut.

Baca Juga:

Poin penting dari kongres rusuh yang memalukan tersebut adalah tumbangnya kekuatan Amien Rais yang merupakan pendiri partai tersebut. Dominasi Mbah Amien luruh layu tak berdaya dihantam koalisi trio Zulkifli Hasan-Hatta Rajasa-Sutrisno Bachir. Jagoannya keok. Hal Ini bermakna besar, menunjukkan bahwa pengaruh Amien Rais di kalangan pemegang hak suara di PAN sudah mulai menyusut secara drastis. Bagi sebagian besar pengurus dan kader PAN, Amien Rais sudah dianggap sapi ompong yang keseringan nyinyir dan berdampak buruk buat PAN.

Yang lebih menyakitkan, Amien Rais dipukul KO oleh Zulkifli Hasan, anak binaan dan sekaligus besannya. Perseteruan petinggi “partai Allah” tersebut berakhir dengan keluarnya wajah asli mereka yang kesetanan saling melempar kursi di atas sajadah. Dan harus diakui, kejadian memalukan ini merupakan adzab teramat pedih yang harus diterima Amien Rais yang mengklaim partainya sebagai partai Allah. Dan Allah SWT mempermalukan Amien Rais dan partainya dengan cara yang sangat mengenaskan.

Sekarang Amien Rais dengan tidak tahu malu memohon-mohon kepada Presiden Jokowi agar tidak mengesahkan kepengurusan PAN di bawah Zulkifli Hasan. “Kemaluan” Amien Rais mungkin sudah menyusut drastis. Bagaimana tidak, dulu dia menghina dina Presiden Jokowi bahkan sempat tidak mau mengakui pemerintahannya, tapi sekarang harus merendahkan diri mengemis-emis agar dikabulkan permohonannya.

Bagaimana seharusnya Presiden Jokowi bersikap? Saya berharap Presiden Jokowi melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersikap tegak lurus dan profesional sesuai dengan aturan yang berlaku. Abaikan saja ocehan Amien Rais. Karena omongan dia tidak lagi punya taji. Di kalangan internal PAN saja dia sudah terabaikan, apalagi di luar kepartaian.

Baca Juga:

Akhirnya saat yang saya tunggu-tunggu itu datang juga. Amien Rais Tamat. Itu berita yang dinantikan puluhan juta orang Indonesia yang terluka atas mulut pedas Amien Rais. Dia harus mengakhiri tugas kepartaiannya dengan cara yang pedih dan memalukan. Tapi memang dia pantas dan layak menerima hal itu.

Saya berharap PAN pasca “kematian” Amien Rais akan semakin menemukan jati dirinya. Tidak lagi partai plin-plan yang berubah setiap saat sesuai angin bertiup. Mudah-mudahan tanpa pengaruh Amien Rais, membuat Zulkifli Hasan lebih bebas menentukan genetika PAN dalam periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Tidak menjadi partai banci seperti sebelumnya.

Entah mengapa, kebangkrutan politik Amien Rais membuat saya bahagia. Mungkin sikap saya bisa berubah kalau dia mau membayar janjinya “jalan kaki Jogja – Jakarta kalau Jokowi menang Pilpres”. Kalau gak kuat jalan lagi ditanggung renteng sama anak-anaknya boleh juga. Janji adalah janji mbah Mien!!!. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: