NewsTicker

Rusia: Perpanjangan Sanksi PBB atas Yaman Tak Selesaikan Masalah

Perang Yaman

Rusia – Resolusi tentang sanksi terhadap Yaman yang diusulkan oleh Inggris dan diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa lalu tidak memperhitungkan kekhawatiran Rusia. Perwakilan Tetap Federasi Rusia di PBB, Vassily Nebenzia, menekankan hal ini.

Tiga belas anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara mendukung resolusi ini, sementara Rusia dan China abstain. Menurut resolusi tersebut, Dewan Keamanan akan memperpanjang langkah-langkah yang diadopsi pada tahun 2014 hingga 26 Februari 2021, termasuk pembekuan aset keuangan.

Baca Juga:

“Federasi Rusia tidak mendukung rancangan resolusi yang diusulkan oleh Inggris untuk memperpanjang sanksi dan mandat Panel para Pakar untuk Yaman yang dibentuk berdasarkan Resolusi SC 2140, karena tidak semua kekhawatiran kami diperhitungkan,” kata Nebenzia, Misi Permanen Rusia untuk PBB, sebagaimana dikutip Sputnik, Kamis (27/02).

Nebenzia menekankan bahwa dewan harus fokus pada upaya bersama untuk menemukan cara guna  menyelesaikan konflik di Yaman.

“Tujuan resolusi itu adalah untuk memperpanjang sanksi rezim, dan memperpanjang mandat Panel para Pakar, daripada untuk bersaing dalam mempromosikan pendekatan mereka yang melampaui keobyektifan resolusi,” kata Nebenzia.

Baca Juga:

Yaman berada dibawah agresi Saudi sejak tahun 2015, setelah mantan Presiden yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansour Hadi, melarikan diri ke Saudi dan meminta sekutunya di Riyadh mengembalikan kekuasaannya yang ditolak rakyat.

Pada November 2014, Komite Sanksi Dewan Keamanan 2140 menjatuhkan sanksi kepada dua komandan Houthi serta mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: