NewsTicker

Terkait Badan Intelijen Saudi, 4 Teroris Ditangkap di Belanda dan Denmark

Terkait Badan Intelijen Saudi, 4 Teroris Ditangkap di Belanda dan Denmark Polisi Denmark

Denmark Pemerintah Denmark dan Belanda memanggil duta besar Saudi ke Kopenhagen dan Stockholm (ibukota masing-masing negara), untuk mengekspresikan protes resmi mereka setelah menangkap empat teroris yang melakukan kegiatan mata-mata di dua negara Eropa itu atas nama kerajaan.

Badan Keamanan dan Intelijen Denmark mengumumkan pada hari Senin (03/02) penangkapan tiga anggota kelompok teroris anti-Iran al-Ahvaziya yang didukung Saudi, dan menuduh mereka dengan dakwaan sebagai mata-mata untuk Arab Saudi di Denmark. Teroris lain juga ditangkap di Belanda.

Berbicara pada konferensi pers di Kopenhagen, Direktur Layanan Keamanan Denmark (PET) Finn Borch Andersen mengatakan bahwa tiga anggota Gerakan Perjuangan Arab untuk Pembebasan Ahwaz itu menghadapi tuduhan keterlibatan dalam kegiatan intelijen untuk badan intelijen Saudi dari 2012 hingga 2018.

Baca Juga:

Kesaksian Tentara Denmark Saat Serangan Rudal Iran ke Ain Al-Assad

Susul Jerman, Denmark Tangguhkan Ekspor Senjata ke Saudi

Dinas Keamanan Denmark menyatakan bahwa ketiga elemen tersebut mengumpulkan informasi tentang individu di Denmark dan di luar negeri, dan mengirimkannya ke layanan intelijen Saudi. Ketiganya, yang identitasnya belum terungkap, tinggal di Denmark dan telah diawasi selama beberapa bulan.

Polisi Denmark menuduh ketiganya mendukung serangan teroris di Iran pada September 2018, yang menewaskan 25 orang termasuk seorang anak berusia empat tahun. Menteri luar negeri Denmark, di akun Twitter-nya, mengkonfirmasi bahwa duta besar Saudi untuk Kopenhagen telah dipanggil.

Jeppe Kofod menyebut kasus itu “sangat serius dan sama sekali tidak dapat diterima.” Kofod mengatakan bahwa ia telah memanggil duta besar Saudi untuk mengadakan pembicaraan Senin pagi, dan menginstruksikan duta besar Denmark di Riyadh untuk menyampaikan keberatannya kepada pihak berwenang Saudi.

Baca Juga:

Bos Twitter Temui Putra Mahkota Saudi Pasca Skandal Spionase Terbongkar

Ratu Belanda Tuai Kecaman Pasca Temui Putra Mahkota Saudi

Sementara itu, menteri Luar Negeri Belanda Steve Block juga memanggil duta besar Saudi untuk negaranya atas dugaan hubungan elemen teroris al-Ahvaziya dengan Arab Saudi. Itu terjadi setelah pihak berwenang Belanda di kota Delft menangkap unsur al-Ahvaziya lainnya yang dituduh berencana melancarkan serangan di Iran dan menjadi bagian dari organisasi teroris itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri ingin memberitahu duta besar Saudi bahwa kegiatan yang tidak diinginkan seperti yang dilakukan oleh gerakan itu di Denmark tidak dapat diterima.

Anggota Kelompok Al-Ahvaziya terdiri dari komunis, nasionalis, sosialis, dan Salafi yang, meskipun berbeda secara ideologis dan jumlah, disatukan dalam satu tujuan dan satu strategi, yaitu menggulingkan pemerintah Iran dan memisahkan Khuzestan dari seluruh Iran melalui konflik bersenjata.

Kelompok ini lahir pada 1980 segera setelah Revolusi Islam di Iran. Mereka terinspirasi oleh rezim Ba’ath yang berkuasa di negara tetangga Irak pada saat itu. Mereka telah melakukan serangkaian serangan di provinsi barat daya bahkan sebelum Saddam melancarkan perang melawan Iran. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: