NewsTicker

Teroris Suriah dan Kelompok Khilafah Sama Serukan Slogan “Demokrasi Kafir”

Teroris Suriah dan Kelompok Khilafah Sama Serukan Slogan Kelompok Radikal Anti Pancasila

Jakarta – Di mata teroris ISIS, siapapun pemerintah negara yang mengakui demokrasi adalah kafir. “Kita anggap demokrasi (tak ubahnya) agama. Kalau ikut demokrasi otomatis musyrik. Kalau kita nyoblos, maka kita mencoblos Tuhan selain Allah, Ujar Kurnia.

Kurnia Widodo, seorang mantan teroris, dalam dialog pelibatan sivitas akademika dalam pencegah terorisme, di gedung Rektorat Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (24/7/2019).

Baca Juga:

Hal ini tidak beda jauh dengan slogan teroris ISIS di Suriah seperti yang diungkap oleh aktivis asal Lebanon, Hadi Nasrallah, saat ini tengah melakukan perjalanan ke Aleppo, wilayah Suriah yang baru-baru ini dibebaskan dari terorisme.

Nasrallah mengekspos kebusukan Barat dan sekutunya yang selama ini ikut campur dalam urusan Suriah. Dalam postingannya ia menunjukkan bahwa mereka yang selama ini mengatakan Bashar Assad dan pasukannya memerangi “pemberontak moderat” terbukti telah melakukan kebohongan besar.

Baca Juga:

Hadi Nasrallah menunjukkan berbagai bukti bahwa mereka yang selama ini menguasai daerah-daerah di Aleppo dan disebut “pemberontak moderat oleh Barat serta sekutunya itu sejatinya adalah teroris yang terkait dengan Al-Qaeda.

Bekas-bekas papan jalan yang bertuliskan Jabhat Nusra (Al-Qaeda di Suriah) terlihat jelas di sepanjang jalan Internasional Damaskus-Aleppo yang baru-baru ini dibebaskan.

Satu hal yang menarik, Hadi menunjukkan sebuah papan jalan milik Jabhat Nusra yang bertuliskan “Demokrasi adalah untuk orang-orang Kafir,” menegaskan dasar ideologi para teroris ini yang anti demokrasi.

Amerika Serikat dan sekutunya, selama ini menyebut bahwa pemerintah Suriah telah memerangi “pemberontak moderat” di Aleppo, dan mendukung para “pemberontak” ini atas nama demokrasi.

Hadi Nasrallah mengklaim apa yang ia lihat secara langsung disana membuktikan sebaliknya, bahwa tidak ada “pemberontak moderat” yang selama ini digembar-gemborkan Barat dan bahwa klaim Barat yang mendukung demokrasi adalah kebohongan karena yang mereka dukung ternyata anti terhadap demokrasi itu sendiri. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: