NewsTicker

Turki-Suriah Memanas, 6 Tentara Turki Tewas di Idlib oleh Tentara Suriah

Turki-Suriah Memanas, 6 Tentara Turki Tewas di Idlib oleh Tentara Suriah Tank Tentara Suriah

TURKI – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (03/02/2020), mengumumkan bahwa pesawat tempur dan artileri menyerang 40 target di Idlib, Suriah, sebagai tanggapan atas pemboman pasukan Turki, yang menewaskan enam tentara.

“Bomber F-16 dan artileri Turki terus menyerang posisi pasukan Suriah di Idlib. Target kami sekitar 40 dan sebagai akibat dari serangan, 30-35 warga Suriah dinetralkan,” kata Erdogan pada konferensi pers di Ankara sebelum melakukan perjalanan ke Ukraina.

Presiden Turki menambahkan bahwa Ankara akan terus menanggapi serangan terhadap pasukannya di wilayah Idlib, barat laut Suriah, setelah pemerintah mengumumkan bahwa enam tentara Turki tewas dan tujuh lainnya terluka oleh pemboman pasukan Suriah.

Baca: Inilah Kronologi Lengkap Serangan Iran ke Ain Al-Assad, Hingga AS Tak Berani Balas

Erdogan menambahkan, “Kami telah membalas serangan ini dan kami akan terus melakukannya, baik dengan artileri atau mortir. Kami bertekad untuk melanjutkan operasi kami demi keamanan negara kami, rakyat kami, dan saudara-saudara kami di Idlib.”

“Mereka yang meragukan tekad kami akan segera menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan,” katanya.

Pada Senin pagi, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan 6 tentara Turki tewas dan melukai 7 lainnya luka-luka, karena serangan pasukan Suriah di Idlib, menurut saluran NTV Turki.

Kehadiran Turki di Idlib Ilegal

Serangan yang dituduhkan itu terjadi setelah Turki meningkatkan kehadirannya di kawasan yang menajdi operasi militer Suriah. Turki juga memperingatkan serangan militer jika operasi yang sedang berlangsung oleh pasukan Suriah terhadap militan Takfiri yang didukung asing terus berlanjut.

Kemajuan besar baru-baru ini yang dicetak oleh tentara Suriah di Idlib dan pernyataan pemerintah ayang akan terus melanjutkan ofensif sampai semua teroris diusir dari provinsi tersebut sangat mengkhawatirkan Turki.

Damaskus melancarkan serangan di Idlib, wilayah besar yang dikuasai teroris di Suriah, pada Agustus lalu setelah gerilyawan meningkatkan serangan terhadap posisi Suriah dan Rusia.

Pada hari Jumat, Erdogan bergemuruh di Ankara bahwa negaranya akan melancarkan operasi militer di Idlib, jika operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung oleh pasukan pemerintah Suriah berlanjut.

Idlib didominasi oleh teroris Hayat Tahrir al-Sham (HTS), sebuah kelompok yang dulunya adalah Jabhat Al-Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda.

Di bawah perjanjian Sochi, semua militan di zona demiliterisasi yang mengelilingi Idlib, dan juga bagian dari provinsi Aleppo dan provinsi Hama di bagian barat-tengah, seharusnya menarik senjata berat pada Oktober 2018.

Namun, Turki gagal memenuhi kewajibannya karena teroris Takfiri terus berkuasa di wilayah diluar kendali pemerintah Suriah.

Baca: Media-media Saudi Sebar Propaganda Desak Palestina Terima Kesepakatan Abad Ini

Serangan Suriah terjadi setelah mereka yang diposisikan di zona de-eskalasi gagal menghormati gencatan senjata dan terus menargetkan lingkungan sipil.

Turki, yang mendukung organisasi teroris Free Syrian Army (FSA), meluncurkan dua operasi lintas-perbatasan di Suriah Utara pada Agustus 2016 dan Januari 2018, dengan tujuan yang dinyatakan untuk memberantas gerilyawan Kurdi di dekat perbatasannya.

Sekali lagi pada Oktober 2019, pasukan Turki dan kuasanya meluncurkan invasi lintas perbatasan ke timur laut Suriah dalam upaya yang dinyatakan untuk mendorong militan Kurdi dari daerah perbatasan.

Suriah sangat mengutuk invasi dan berjanji akan mengusir pasukan Turki dari wilayahnya dengan segala cara. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: