Nasional

Viral Video Guru di Singkawang Ajarkan Intoleransi; Denda Murid 30 Ribu Karena Nonton Cap Gomeh

Jakarta – Indonesia adalah negeri yang memiliki bermacam-macam suku dan agama  dan sudah sepantasnya kita sebagai bangsa saling menjaga toleransi, mengajarkan toleransi sejak dini kepada murid itu sangat penting, khususnya guru kepada muridnya, agar terjadi ketenangan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia umumnya dan di daerah masing-masing khususnya.

Baca Juga:

Aksi tak elok dan intoleran diajarkan oleh oknum guru di SDN 43 Sagatani, Singkawang Selatan dengan memberikan denda kepada murid yang menonton acara Cap Gomeh.

Akun youtube Ladya ca78oline pada tanggal 12 Februari 2020 mengunggah sebuah video dennen deskripsi:

#intolerasnisuku

#rawanras

#rassuku

Sangat Rawan… CONTOH ASLI INTOLERANSI..

” Terjadi kepada anak2,dalam arti sudah ditanamkan semenjak dari Anak2 kecil…

Bibit intoleransi sudah ditanamkan sejak dini di “Kota Paling Toleran Singkawang” Kalimantan.

Murid SDN 43 yg masih lugu di Sagatani, Singkawang Selatan ini nonton Cap gomeh didenda Rp 30.000,-.

Kok bisa begitu ya???

Guru & Kepala sekolahnya harus ditindak!

Akun twitter @tahupetismanis juga menunggah video alasan yang tak masuk akal oleh guru yang menarik denda 30 ribu kepada muridnya itu:

Ini Kepsek dn Guru SDN di Singkawang yg mendenda muridnya gara2 nnton cap Gomeh. Katanya utk pendidikan agama siswa krn itu ritual.

Baca Juga:

Cm melihat, apa auto kapir buk?? Ini malah pendidikan kerukunan dn toleransi antar umat beragama..buukk!!!. Ayo kita sama-sama jaga negeri ini dari ajaran-ajaran intoleran yang bisa menghancurkan Indonesia kita. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Iklan
Comments
To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });
%d blogger menyukai ini: