NewsTicker

VIRAL! Warganet Sebut ILC Panggung Provokasi

Jakarta Jakarta Lawyers Club (JLC) yang kemudian berganti nama menjadi Indonesia Lawyers Club (ILC), pada awal penayangannya tahun 2008 silam hingga akhir tahun 2013 lalu, menjadi tontontan cukup ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Namun, menjelang pelaksanaan Pilpres 2014, ILC tidak lagi seperti sedia kala. ILC yang sebelumnya menyajikan bahasan, pembicaraan, komentar, serta perdebatan yang benar-benar mendidik dan berkualitas, namun sejak 2014, ILC berubah. Acara unggulan TV One itu disusupi oleh kepentingan politik sang bos yang kebetulan mendukung salah satu capres.

acara itu tidak lagi sehumanis sebelumnya, tidak lagi seedukatif sebelumnya, dan tidak pula senetral seperti acara ILC sebelumnya. ILC berubah menjadi panggung untuk memprovokasi para pemirsanya dengan berbagai macam narasi busuk yang mereka sampaikan.

Baca Juga:

Acara yang sudah tayang selama lebih dari 11 tahun itu, kini berubah menjadi ajang bagi para pembenci pemerintah untuk menyampaikan segala kekesalan dan caci-makinya. ILC kini telah bermetamorfosa menjadi tempat bagi mereka para pembenci keberagaman, para pembenci NKRI, dan para pembenci Pancasila, untuk menyampaikan segala unek-uneknya.

Dan provokasi itu nampaknya masih berlanjut pada tayangan ILC tadi malam (18/02/2020). Lewat akun twitter-nya, @karniilyas, Karni Ilyas telah mengumumkan bahwa judul diskusi nanti malam adalah “Agama Musuh Besar Pancasila?”

Terkait pembahasan polemik agama dan Pancasila yang dilontarkan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi Asmin di salah satu universitas, pihak Indonesia Lawyer Club (ILC) menayangkan episode yang membahas polemik tersebut. hal itu terlihat dari episode yang ditayangkan semalam (18/2/2020).

Namun pasca penayangannya, netizen pun memborbardir lini masa dengan berbagai macam tagar. Ada dua tagar yang muncul hari ini (19/2/2020), seperti #ILCPanggungProvokasi dan #STOPacaraILC.

Banyak netizen yang menganggap acara tersebut tidak ada untungnya dan hanya bersifat provokasi semata. Sehingga beberapa netizen meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menghentikan acara tersebut.

Seperti yang dicuitkan oleh akun @Lady_Zeebo yang mengatakan acara tersebut hanya sebagai bentuk provokasi, penebar fitnah dan adu domba.

“ILC panggung provokasi, penebaran fitnah, adu domba, sedikitpun tdk memberi manfaat utk bangsa & negara. Sebaliknya, ILC memicu perpecahan & pengkotak2an, bahkan menelanjangi Indonesia di mata dunia. Yang setuju ILC dibubarkan, sila komen sertakan tagar #ILCPanggungProvokasi ”, tuslinya.

Akun lain seperti @jr_kw19 dan @Abimany42843428 juga turut meminta acara ini dihentikan saja karena sangat memuakkan.

“Memuakan !! Coba perhatikan apakah tayangan acara yg seperti ini pantas dipertontonkan?” cuit  @jr_kw19.

Dan ajakan untuk memboycot tayangan ILC yang juga mendapat sambutan dari warga net.

“Warga net, mulai malam ini kita boycot ILC..

Menonton ILC sama aja kalian memberikan Rating pada acara ini, tentunya akan menjadi pundi2 uang..

Jangan tonton, matikan atau ganti channel..

Mulai malam ini kita buat Rating ILC jeblok..

yg setuju RT

#ILCPanggungProvokasi “ tulis akun @Lady_Zeebo

Pegiat sosial media, Yusuf Muhammad, dalam akun Twitter-nya juga menyindir ucapan Karni Ilyas di panggung ILC.

“Datuk @karniilyas di acara ILC semalam : Bagi saya, acara (ILC) malam ini memalukan!!!!

Loh, baru sadar ya, datuk ? Memang ILC makin lama makin memalukan. 👎 #STOPacaraILC cc @KPI_Pusat” 

Akun dengan nama @CH_chotimah juga mempertanyakan hasil diskusi ILC, yang menurutnya tidak berkuntribusi sedikit pun untuk bangsa dan agama.

“Hasil diskusi tadi malam. Apkh ini baik unk bangsa & agama? Sesama muslim ribut sampe pukul meja. Ini yg tadi malam, blm yg terdahulu, ada yg saling ancam lapor polisi, ada yg dilaporkan polisi bhkn ada yg sampe dipenjara. Permusuhan makin jadi. @KPI_Pusat diam aja? #STOPacaraILC”, tulisnya. 

https://twitter.com/CH_chotimah/status/1229987269294997511

Kenapa Karni Ilyas kembali muncul lewat panggung ILC seolah ingin menebar provokasi, ingin menyulut amarah para kaum sumbu pendek dengan mengangkat tema “Agama musuh Pancasila?” di acara yang ia pandu?

Baca Juga: 

Jadi, sesungguhnya, dengan Karni Ilyas memilih judul tersebut, ia sengaja ingin memprovokasi kaum kadal gurun agar mereka tidak pernah berhenti menghujat pemerintah, agar bangsa ini semakin kacau, agar persatuan dan kesatuan Indonesia terganggu, agar mereka kelompok pemilik tunggal surga senantiasa memandang buruk rezim yang saat ini berkuasa.

Kenapa Karni Ilyas tidak mengangkat tema tentang banjir Jakarta misalnya. Atau tentang Formula E yang menuai kritik dari khalayak ramai itu. Atau mungkin tentang hasil survei Indo Barometer yang menyebut Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta terburuk. Atau tentang Kongres PAN yang diwarnai aksi lempar-lemparan kursi itu. Apakah karena mereka itu adalah kaumnya? (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

Sumber: Berbagai Media

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: