NewsTicker

Yaman: 188 Pengkhianatan Saudi di Hodeidah

Perang Yaman

Yaman – Ruang Operasi Koordinasi yang memantau gencatan senjata di provinsi Hodeidah memantau 188 pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh pasukan koalisi dan tentara bayaran selama 24 jam terakhir, termasuk 9 serangan terhadap titik kontrol petugas penghubung di KM-16 dan penargetan intensif rumah dan pertanian sipil, yang mengakibatkan kerusakan material.

Sumber di Ruang Operasi Petugas Koordinasi mengkonfirmasi bahwa pasukan koalisi telah melakukan, selama 24 jam terakhir, 135 penembakan artileri, 9 operasi serangan, 5 operasi infiltrasi, 4 operasi fortifikasi, 4 penerbangan dan pengintaian udara serta 3 serangan rudal.

Baca Juga:

“Pasukan koalisi juga melakukan 78 pelanggaran di wilayah KM-16, serangan artileri dan penembakan dengan berbagai peluru, sementara pelanggaran lainnya di wilayah Khamri mencapai 42 pelanggaran,” kata sumber itu dalam sebuah pernyataan pers.

“Pasukan koalisi melakukan 30 pelanggaran di City Max, 23 di kota Al-Sha’ab, 8 di Al-Manzhar, 4 di Ad-Durayhimi, 3 di Al-Jabalia dan At-Tohayita, Hayes dan Al-Jah, antara tembakan artileri dan penembakan rudal serta pembangunan benteng tempur,” tambah sumber itu.

Pelanggaran koalisi atas gencatan senjata dan Perjanjian Stockholm berlanjut hingga Selasa malam. Sebuah sumber militer mengkonfirmasi bahwa “pasukan koalisi membangun benteng tempur baru dengan buldoser militer di daerah Al-Jah, distrik Beit Al-Faqih”.

Sebuah sumber militer pada hari Rabu juga mengumumkan bahwa pasukan koalisi melakukan operasi infiltrasi lain ke situs-situs Angkatan Darat dan Komite Rakyat di sebelah timur At-Tohayta, dan menekankan bahwa “Angkatan Darat dan Komite-Komite Populer menggagalkan upaya infiltrasi serta memaksa tentara bayaran mundur”.

Pasukan koalisi juga menargetkan berbagai daerah di KM-16 di distrik Al-Haly dengan 25 peluru artileri dan 7 mortir. Mereka membom kota Hodeidah dengan dua peluru mortir.

Sumber keamanan mengatakan bahwa pasukan koalisi membom pertanian dan properti warga di sebelah timur At-Tohayta dengan lebih dari 25 peluru dan wilayah Al-Jabalia dengan lebih dari 24 peluru artileri serta berbagai tembakan senapan mesin, hingga menyebabkan kerusakan material parah pada rumah dan properti warga sipil.

Baca Juga:

Situasi yang sama terjadi di distrik Ad-Durayhimi yang terkepung. Sumber keamanan mengkonfirmasi bahwa seorang anak terluka, perternakan mati dan rumah-rumah rusak akibat tank dan pasukan artileri menyerang desa al-Manqam dengan 11 peluru mortir. Rumah lain rusak karena penembakan artileri yang intens di desa Al-Jarba Al-Olaya.

Di sisi lain, anggota Delegasi Nasional untuk Komite Penugasan di Hodeidah, Mayor Jenderal Mohammed Al-Qadri, membenarkan bahwa apa yang terjadi di Ad-Durayhimi dan Hodeidah adalah kejahatan perang dan bukan hanya pelanggaran. Sekali lagi, ia memperingatkan eskalasi pasukan koalisi yang terus berlanjut terhadap warga sipil dan properti mereka.

Al-Qadri, dalam sebuah wawancara dengan Almasirah pada Selasa malam, memperbarui peringatan, “Kami meyakinkan PBB bahwa kami dapat membela diri jika tidak mampu mengendalikan dan menghentikan pelanggaran, serta mengimplementasikan Perjanjian Stockholm.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: