NewsTicker

Sebar Info Hoaks Berbahaya Soal Virus Corona, Netizen Ramaikan Tagar #TangkapFahiraIdris

Meme Fahira Idris Sebar Hoaks

Jakarta  Para penyebar informasi palsu atau hoaks terkait virus corona jenis baru atau 2019-nCoV terancam hukuman penjara dan denda miliaran rupiah. Dalam dua minggu terakhir, penyebaran hoaks terkait corona meningkat di media sosial.

Di Balikpapan, Kalimantan Timur, Polisi sudah menetapkan dua orang tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoax) virus Corona Keduanya mem-posting hoax Corona lewat akun Facebook.

Baca Juga:

Di Riau juga ada orang yang sudah ditangkap karena menyebarkan hoax tentang virus Corona dengan menggunakan video tahun 2014 silam. Di Medan, Sumatera Utara, pihak Kepolisian tetap akan menyusut pelaku penyebar virus Corona meskipun dia sudah minta maaf.

Di Jakarta, seorang pria ditangkap oleh pihak Kepolisian karena menyebarkan berita hoax masuk ke Bandara Soekarno Hatta beberapa hari yang lalu.

Bagaimana dengan Fahira Idris?

Yang terbaru, seorang Anggota DPD RI Hj. Fahira Idris, S.E., M.H. membuat cuitan tentang virus Corona dan menjadi blunder buat dirinya sendiri. Lewat akun twitternya @fahiraidris, Ia menyampaikan bahwa 136 pasien indonesia sedang dalam pengawasan lantaran terserang virus corona.

Tertulis juga bahwa pasien pengawasan terbanyak virus corona terbanyak di DKI Jakarta. Namun setelah cuitannya tersebut diserang netizen lantaran beritanya Hoax, Fahira Idris buru-buru menghapus cuitannya, namun semuanya sudah terlambat.

Baca Juga:

Dengan secepat kilat, netizen berhasil menscrenshot cuitan hoax yang dibuat fahira idris. Kini netizen ramai ramai memposting ulan cuitan hoax soal virus corona yang dibuat oleh Fahira Idris dengan tagar #TangkapFahiraIdris dan menuntut Bareskrim Polri untuk menangkapnya.

Berikut ini cuitan hoax soal corona yang diposting oleh Fahira Idris:

“Astagfirullah BIKIN KAGET! Ada 136 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona di #Indonesia – DKI Jakarta 35 orang, Bali 21 orang, Jateng 13 Orang, Kepri 11 orang, Jabar 9 orang, Jatim 10 orang, Banten 5 oang, Sulut 6 orang, Jogya 6 orang, Kaltim 3 orang,” cuit akun Twitter @fahiraidris yang juga anggota DPD RI.

 

Cuitan fahira idris langsung ditanggapi oleh pihak kemenkes

“Data dari mana sih itu? Karena data dari Litbangkes yang pertama kali mengeluarkan itu saya. saya malah bingung sendiri data dari mana,” katanya Sabtu (29/2/2020).

Tidak hanya hoax itu saja, tenyata senator DPD RI Fahira Idris juga tidak bisa menghitung dengan baik. Memang kalau orang sudah niat berbohong pasti ada aja kesalahan dan cela yang akan mengungkap kebohongan itu sendiri, termasuk kesalahan dalam berhitung.

Inilah beberapa komentar dari pegiat medsos:

Akun twitter @yusuf_dumdum

Ramai tagar ‪#TangkapFahiraIdris karena terkait hoax corona.

Info dari teman yang di Taiwan. Jika ada yg nyebar hoax soal corona di sana didenda 3juta dollar nt. Kalau dirupiahkan skitar 1 M 350 juta.

Sdh ada korbannya seorang pelajar putri, dan yg membayar denda org tuanya.

Akun twitter @pujangga1123

Nafsu & Kebencian yg menggebu terhadapa Penguasa selalu membuat seseorg rela menistakan dirinya sebagai Pencipta & Hamba Kesesatan. Dan Saat ini seseorg yg berstatus YANG TERHORMAT WAKIL RAKYAT  sudi membudakkan diri sbgi penyebar HOAX!

Sebelum menjadi pasien dalam pengawasan, seluruh orang yang datang dari negara yang mengonfirmasi adanya kasus positif virus corona di daerahnya kemudian datang ke Indonesia, misalnya pendatang dari Korea Selatan, Jepang, atau Malaysia, baik WNI atau WN asing, disebut orang dalam pemantauan.

Jika orang dalam pemantauan menjadi sakit yang mengarah pada gejala virus corona, maka statusnya menjadi pasien dalam pengawasan. Setelah itu, pasien dalam pengawasan akan menjalani tes spesimen atau pemeriksaan laboratorium untuk menentukan apakah dirinya terjangkit virus atau tidak.

Hingga kini, seluruh pasien dalam pengawasan dipastikan negatif virus corona Covid-19. Jika rakyat sipil sudah ditangkap karena menyebarkan berita hoax virus Corona di Indonesia, dan ada juga yang kasusnya tetap diusut oleh pihak Kepolisian meskipun pelakunya sudah minta maaf, lalu bagaimana dengan cuitan Fahira Idris terkait virus Corona ini?

Apakah Fahira Idris sudah meminta maaf terkait cuitannya tersebut? Apakah Fahira Idris ini akan tetap´”bebas” setelah menghapus cuitannya tentang virus Corona? Dimanakah rasa keadilan itu?

Kini netizen ramai ramai mendesak agar pihak Bareskrim Polri mengambil tindakan tegas segera menangkap Fahira Idris yang dianggap sebagai biang kerok penyebar Hoax ditanah air Indonesia. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: