Iran ke Turki: Tentara Kalian Berada dalam Jangkauan Kami

Iran ke Turki: Tentara Kalian Berada dalam Jangkauan Kami
Perang Turki Vs Suriah

Suriah  Pusat penasihat militer Iran di Suriah mendesak Turki agar tidak meningkatkan agresi lebih lanjut ke negara Arab Suriah lebih lanjut, dan mengingatkan Ankara bahwa mereka sejauh ini menahan diri untuk tidak menanggapi serangan Turki.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh sebagian besar kantor berita Iran, pada hari Minggu, pusat penasihat militer Iran di Suriah menuntut “pasukan Turki berperilaku bijak, dengan mempertimbangkan kepentingan negara-negara Suriah dan Turki.”

“Kami menegaskan kepada bangsa Turki bahwa putra mereka berada dalam jangkauan kami, dan kami bisa membalas dendam, tetapi menahan diri untuk tidak melakukannya atas perintah komandan kami,” tambahnya.

Baca Juga:

Ia juga meminta orang-orang Turki untuk menekan pejabat mereka agar berkomitmen pada perjanjian de-eskalasi yang disepakti di Suriah, dan dengan demikian mencegah pertumpahan darah yang lebih luas.

Ankara mulai melakukan intervensi langsung terhadap pasukan Suriah sebagai bagian dari upaya untuk membantu kelompok-kelompok teroris untuk menghentikan kemajuan pasukan pemerintah di Idlib.

Di bawah kesepakatan yang dicapai antara Turki dan Rusia di resor Laut Hitam Sochi pada September 2018, pasukan Turki dikerahkan di Idlib dan mendirikan pos-pos pengamatan di sana.

Perjanjian tersebut mengharuskan Ankara untuk mengusir teroris Takfiri dari provinsi barat laut Suriah. Tapi, lebih dari setahun kesepakatan Sochi, teroris justru semakin berkuasa di Idlib dekat dengan pasukan Turki.

Turki jelas kesal dengan perubahan kondisi di lapangan setelah kemajuan tentara Suriah. Mereka telah mengerahkan pasukan besar-besaran dan peralatan militer dalam beberapa pekan terakhir untuk menghentikan pasukan Suriah dari mengusir teroris.

Pusat penasehat Iran di Suriah menceritakan bagaimana pesawat-pesawat tempur Turki mulai menargetkan para anggotanya dan fasilitas-fasilitasnya dengan tembakan-tembakan dan misil-misil presisi.

Sabtu pagi, kata pusat itu, mengeluarkan arahan untuk mencegah penargetan posisi Turki di Idlib. Militer Turki, bagaimanapun, terus menembakkan artileri terhadap fasilitas pusat, tambahnya.

Pos Iran mengatakan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Turki mulai menyerang militer Suriah setelah pusat itu membantu membebaskan jalan tol M5 yang menghubungkan ibukota Suriah Damaskus dengan kota-kota besar Hama, Homs dan Aleppo.

Baca Juga:

Pusat penasehat mengatakan telah mengirim negosiator ke militer Turki untuk mendesaknya menghentikan agresi dan bersikeras pada resolusi krisis melalui saluran diplomatik.

Militer Turki tidak mengindahkan permintaan itu, dan meneruskan tembakannya ke titik yang menyebabkan “kemartiran beberapa pejuang kita,” katanya.

Pos terdesak, bagaimanapun bersikeras akan berdiri bersama pemerintah, bangsa, dan militer Suriah untuk menjaga kedaulatan negara Arab dan mengusir semua teroris. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.