NewsTicker

Ledakan Bom Kembar di Thailand, 20 Orang Luka-luka

Ledakan Bom Kembar di Thailand, 20 Orang Luka-luka Ledakan Bom Kembar di Thailand, 20 Orang Luka-luka

Thaliland – Dua bom meledak di luar sebuah kantor pemerintahan Thailand di Provinsi Yala. Sedikitnya 20 orang mengalami luka-luka akibat ledakan itu.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Selasa (17/3/2020), ledakan bom ini terjadi di luar kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Perbatasan Selatan (SBPAC) saat ratusan pejabat setempat dan para ulama muslim menggelar pertemuan untuk membahas upaya-upaya memerangi virus Corona atau COVID-19.

SBPAC merupakan sebuah lembaga pemerintah Thailand yang mengawasi pemerintahan tiga provinsi mayoritas Melayu-Muslim — Narathiwat, Pattani dan Yala — di Thailand bagian selatan.

Baca Juga:

Rumah Sakit Yala melaporkan 20 orang mengalami luka-luka akibat ledakan bom itu. Namun menurut juru bicara SBPAC, Kolonel Pramote Prom-in, tidak ada korban yang mengalami luka parah.

“Bom pertama merupakan sebuah granat yang dilemparkan ke area di luar pagar kantor SBPC untuk memancing orang-orang keluar,” sebut Pramote dalam pernyataannya. “Kemudian sebuah bom mobil, yang berjarak 10 meter dari lokasi ledakan pertama, meledak. Ledakan ini berasal dari sebuah truk pikap yang diparkirkan oleh pelaku di dekat pagar,” imbuhnya.

Ledakan pertama dan ledakan kedua disebut berjarak sekitar 10 menit. Ledakan kedua disebut terjadi saat orang-orang keluar gedung untuk mencari tahu apa yang terjadi usai ledakan pertama mengguncang.

Baca Juga:

Kolonel Naravee Binwae-arong dari Kepolisian Yala menyebut bahwa rekaman CCTV menunjukkan pelaku memarkirkan truk pikap di tengah-tengah dan meletakkan sebuah peledak di tengah jalanan sebelum kabur dengan sepeda motor yang dikendarai rekannya.

Belum ada satupun pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Ditambahkan Pramote bahwa terdapat lima reporter, lima polisi dan dua tentara di antara korban luka-luka. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: