NewsTicker

Zarif Serukan Kampanye Global Abaikan Sanksi AS

Zarif Serukan Kampanye Global Abaikan Sanksi AS Zarif Serukan Kampanye Global Abaikan Sanksi AS

Tehran  Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif memperingatkan bahwa sanksi Amerika “secara harfiah” merenggut nyawa di Iran, di tengah perjuangan mengendalikan wabah coronavirus. Dia juga menyerukan negara-negara dunia untuk bergabung dalam “kampanye global” melawan sanksi “tidak sah” Amerika.

Dalam sebuah posting di akun Twitter-nya pada hari Selasa, Zarif mengatakan sanksi AS telah “menguras sumber daya ekonomi Iran” dan merusak kemampuannya untuk melawan wabah virus corona baru (COVID-19).

Baca Juga:

“Sanksi telah membunuh orang yang tidak bersalah. Tidak bermoral untuk terus mematuhinya: melakukan itu tidak pernah menyelamatkan siapa pun dari kemarahan AS di masa depan,” tambah Zarif.

Diplomat top Iran meminta mereka yang mengikuti perintah AS untuk “bergabung dalam kampanye global untuk mengabaikan” sanksi Washington terhadap negara Iran.

Presiden Donald Trump menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran pada Mei 2018, setelah secara sepihak meninggalkan perjanjian nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), yang ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Pengadilan Internasional (ICJ) -yang dikenal sebagai Pengadilan Dunia- telah memerintahkan AS untuk mencabut sanksi yang secara ilegal diberlakukan kembali atas pasokan kemanusiaan ke Iran.

Baca Juga:

AS mengklaim tidak menghalangi ekspor makanan dan obat-obatan ke Iran, tetapi Republik Islam mengatakan Washington telah menciptakan masalah bagi saluran kemanusiaan Swiss yang diluncurkan untuk memungkinkan transfer komoditas ke Iran.

PM Pakistan: Sanksi atas Iran harus dicabut

Pada hari Selasa, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan pencabutan sanksi terhadap Iran, negara yang paling parah dilanda pandemi di Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada hari Senin, Khan mengatakan sudah waktunya untuk mengakhiri sanksi AS terhadap Iran.

Dia mengatakan Iran adalah “contoh klasik” dari sebuah tempat di mana kemanusiaan harus diunggulkan untuk menghentikan wabah melebihi persaingan politik atau dogma ekonomi.

Demikian pula, Cina mengatakan pada hari Senin bahwa sanksi “tidak bermoral” AS terhadap Iran harus dicabut sesegera mungkin karena hal itu menghambat kemampuan Republik Islam untuk memerangi virus corona.

Rusia juga mengecam sanksi Washington yang “tidak manusiawi” terhadap Iran di tengah pertempurannya melawan virus korona yang mematikan, dengan mengatakan sanksi Washington menciptakan penghalang kuat bagi Iran yang telah dilanda wabah.

“Sanksi unilateral AS yang ilegal, yang diberlakukan sejak Mei 2018 sebagai bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’, adalah hambatan kuat dalam memerangi infeksi corona,” katanya. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: