Konspirasi Global di Balik Wabah Virus Corona

Konspirasi Global di Balik Wabah Virus Corona
Konspirasi Global di Balik Wabah Virus Corona

Jakarta – Seorang vlogger AS menganalisis konspirasi global di balik tersebarnya wabah virus Corona. Dia mendapati bahwa ketika Bill Gates mendanai Event 201 (tahun 2019) yang melakukan simulasi “bagaimana bila dunia menghadapi virus corona”, konglomerat global George Soros tahun 2016 pernah melakukan simulasi “bagaimana bila suplai pangan global terputus”.

Di akun channelnya, Ice Age Farmer, dia menyoroti narasi Dirjen WHO yang menekankan perlunya “pemerintahan global” untuk menanganai virus Corona. “Masalah global memerlukan solusi global” adalah kata-kata yang sudah diungkapkan oleh Club of Rome.

Baca Juga:

Video Skenario Global Penguasaan Dunia

Club of Rome didirikan tahun 1968 di Accademia dei Lincei, di Italia, dan anggotanya adalah para mantan pemimpin negara, atau para pemimpin negara saat ini, pejabat PBB, politisi level tinggi, diplomat, sainstis, ekonom, dan bisnismen dari berbagai penjuru dunia. Pada tahun 1972, klub ini memunculkan kehebohan karena merilis laporan berjudul “Pembatasan Pertumbuhan”

Tercantum di web resmi klub ini:

“Sumber daya bumi mungkin tidak dapat mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi dan populasi saat ini lebih jauh dari tahun 2010, bahkan dengan teknologi canggih. Tim peneliti internasional di Massachusetts Institute of Technology telah meneliti dampak dari berlanjutnya pertumbuhan bumi. Ada 5 faktor dasar yang menentukan untuk membatasi pertumbuhan populasi, produksi pertanian, berkurangan sumber daya alam tak terbarukan, output industri, dan polusi.

Pesan dari buku ini: Manusia dapat menciptakan masyarakat di mana ia dapat hidup tanpa batas di bumi jika ia memaksakan batasan pada dirinya sendiri dan produksi barang-barang materialnya untuk mencapai keseimbangan global dengan populasi dan produksi yang dipilih secara hati-hati“.

Bahasa sederhananya: supaya manusia bisa bertahan hidup bebas di bumi ini, penduduk bumi dan produksi harus dibatasi.

Ketika Dirjen WHO, Tedros Adhanom mengatakan, “Tidak ada satupun negara atau organisasi yang bisa menghentikan wabah ini sendiri. Satu-satunya harapan kita adalah bekerja bersama” sesungguhnya ia berbicara seperti seorang “globalis” sejati. Istilah “globalis” ditujukan untuk kaum elit yang memimpikan bahwa bumi ini dapat dikuasai oleh satu pemerintahan global, yaitu pemerintahan di tangan mereka.

Baca Juga:

Kata-kata Tedros soal pemerintahan global, kata-kata Club of Rome, juga digaungkan miliarder AS, Bill Gates, yang mendanai Acara 201 (18 Oktober 2019). Acara 201 secara resmi diberi judul “A Global Pandemic Exercise” (Latihan Pandemik Global).

Acara ini mensimulasikan virus corona yang akan menjadi pandemi dan membunuh jutaan orang di dunia dan akan memerlukan kerjasama level baru antara  pejabat kesehatan global, perusahaan swasta, dan  pemerintah dunia.

Namun banyak yang tidak tahu bahwa milyarder lainnya, George Soros, tahun 2015 pernah melakukan simulasi yang disebut Food Chain Reaction: A Food Security Game.

Hasil “game” adalah prediksi bahwa di tahun 2020, sistem pangan akan didera tekanan tinggi akibat kelebihan populasi manusia, urbanisasi, ketidakstabilan politik, tentu saja perubahan iklim, dan penyakit.  Ya, George Soros membayangkan lima tahun lalu, bahwa pada 2020 akan ada wabah penyakit yang akan melumpuhkan rantai suplai makanan global dan puluhan juta orang akan mati kelaparan.

Dalam sebuah rekaman wawancara dengan Bill Gates, dia mengatakan kalimat ini, “Sebuah wabah, baik itu muncul secara natural atau disengaja, adalah sesuatu yang bisa mengakibatkan, katakanlah, 10 juta kematian. Yang mengagetkan, betapa sedikit sekali kesiapan untuk hal ini. Ini rumit karena ini adalah masalah global, tentang bagaimana negara-negara bekerjasama, dan negara mana yang harus memberikan sumber daya, sumber daya apa yang harus diberikan…”

Perhatikan kalimat ini: sebuah wabah, baik itu muncul secara natural atau disengaja.

Di forum TED X tahun 2010, Bill Gates juga kedapatan mengucapkan kalimat ini, “Dunia hari ini memiliki 6,8 miliar penduduk, dan diperkirakan akan naik menjadi 9 miliar. Jika kita melakukan hal yang sangat bagus pada vaksin baru, pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan reproduksi, kita bisa menurunkan jumlah penduduk hingga 10-15%.

Baca Juga:

Wabah Covid-19 juga mendatangkan ancaman baru yaitu kekurangan pangan. Kinipun China sudah kesulitan menyuplai pangan karena bergantung pada impor pangan. Di saat yang sama para miliarder dunia pada awal Januari 2020 berinvestasi di bidang pangan berteknologi tinggi (rekayasa benih,atau GMO) dan bahkan membuat Sapi Super yang bisa menghasilkan susu jauh lebih banyak. Namun ketika tanaman atau sapi telah direkayasa genetiknya, tentu jadi pertanyaan besar, apakah produk pangan yang dihasilkan aman bagi kesehatan?

Resiko atau bahaya ini telah membuat sejumlah negara Eropa melarang produk GMO, antara lain Prancis, Jerman, Belanda, dan Italia.

Dengan demikian ada beberapa masalah global yang sedang terjadi bersamaan: menyebarnya wabah, kekurangan suplai pangan, dan pemanasan global. Dan ini membuat rakyat di berbagai negara sangat menderita. Dan tawaran solusinya telah diberikan berulang-ulang sejak lama oleh para globalis, yaitu “pemerintahan global”.

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.