NewsTicker

Analis: Negara-negara Eropa Menjadi Pion Terorisme Ekonomi AS

Analis: Negara-negara Eropa Menjadi Pion Terorisme Ekonomi AS Terorisme Ekonomi

Amerika Uni Eropa secara ekonomi dan politik terlalu bergantung pada Amerika Serikat, bahkan menjadi pion dan aksesori bagi terorisme ekonomi Amerika terhadap negara-negara lain, kata seorang analis politik AS.

Anggota parlemen Uni Eropa menuduh Amerika Serikat memperburuk krisis coronavirus melalui sanksi yang diterapkan Washington pada negara-negara di seluruh dunia.

Selama debat di Parlemen Eropa, legislator Brussels juga menyerukan kerja sama yang besar antara negara-negara anggota UE dengan tujuan untuk membatasi darurat kesehatan masyarakat internasional.

Baca Juga:

“Uni Eropa dan negara-negara Eropa sendiri juga bertanggung jawab, karena mereka telah membiarkan ekonomi dan negara mereka bergantung pada Amerika Serikat,” kata Rodney Martin, mantan staf kongres yang berbasis di Arizona.

“Mereka harus memutuskan kepentingan ekonomi mereka dari ketergantungan pada Amerika Serikat, karena hal demikian memungkinkan Amerika Serikat memeras mereka secara ekonomi untuk menjadi pion dari terorisme ekonomi Amerika Serikat,” kata Martin kepada Press TV pada hari Kamis.

“Negara-negara Eropa tahu bahwa sanksi terhadap Iran tidak adil dan mencegah Iran dari pembelian peralatan medis, obat-obatan dan bahan-bahan penting untuk memerangi virus corona, namun mereka sangat bergantung pada ekonomi dan dolar AS. Mereka telah menjadi pion dan aksesoris untuk terorisme ekonomi,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, mendesak pencabutan sanksi sepihak dan ilegal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap negaranya, yang telah sangat menghambat perjuangan Republik Islam melawan epidemi virus corona baru.

Baca Juga:

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, melaporkan surat itu dalam sebuah tweet pada hari Kamis, mengatakan bahwa salinan surat yang ditujukan kepada Antonio Guterres juga dikirim ke kepala organisasi internasional dan mitra Zarif di seluruh dunia.

Coronavirus atau COVID-19 adalah penyakit pernapasan baru yang pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, Cina, pada akhir tahun lalu. Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Rabu menggambarkan wabah itu sebagai pandemik.

Lebih dari 126.000 orang telah terinfeksi oleh virus di seluruh dunia dan 4.630 telah meninggal, sebagian besar dari mereka di China, menurut penghitungan Reuters. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: