NewsTicker

AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Militer Nineveh di Irak

AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Militer Nineveh di Irak AS Tarik Pasukan dari Pangkalan Militer Nineveh di Irak

Irak  Koalisi militer pimpinan AS yang konon dibentuk untuk memerangi kelompok teroris ISIS Takfiri kembali menarik diri dari pangkalan lain di provinsi Nineveh, Irak utara dan menyerahkannya kepada pasukan pemerintah.

Komando Operasi Gabungan Irak (JOC) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa aliansi pimpinan Amerika telah menyerahkan pangkalan militer kepada Kementerian Pertahanan Irak.

“Sebagai hasil dari dialog antara pemerintah Irak dan aliansi internasional, sebuah situs yang ditempati oleh Misi Aliansi Internasional dan sebuah kamp di bawah Komando Operasi Nineveh dikembalikan ke pasukan Irak setelah pasukan koalisi mundur dari kamp tersebut,” bunyi pernyataan itu yang dikutip oleh Sputnik Arabic.

Laporan itu juga menambahkan, “Langkah itu sesuai dengan komitmen koalisi untuk mengembalikan lokasi yang telah didudukinya di pangkalan dan kamp militer Irak.”

Baca Juga:

Perkembangan itu terjadi hanya sehari setelah pasukan koalisi pimpinan AS menarik diri dari Pangkalan Udara K1, yang terletak 15 kilometer (9 mil) barat laut Kirkuk, dan menyerahkannya kepada pasukan Irak.

“Mengingat keberhasilan yang dicapai oleh pasukan keamanan Irak dalam kampanye melawan Daesh, koalisi memindahkan pasukannya ke posisi lain di Irak. Gerakan semacam itu telah direncanakan sejak lama dengan pemerintah Irak,” kata aliansi yang dipimpin AS dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Koalisi lebih lanjut menuduh bahwa pemindahan pasukan militer pimpinan AS tidak ada hubungannya dengan serangan rudal terhadap pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan koalisi, atau pecahnya penyakit COVID-19 – di Irak yang disebabkan oleh virus corona baru yang sangat menular.

Sumber keamanan Irak yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada layanan kantor berita Sputnik Arabic pada 26 Maret, bahwa pasukan dari aliansi pimpinan AS telah meninggalkan pangkalan Qayyarah, yang terletak sekitar 70 kilometer (43,4 mil) selatan Mosul di Nineveh, dan menyerahkannya untuk pasukan pemerintah Irak.

Baca Juga:

Pada 17 Maret, pasukan dari koalisi pimpinan-AS ditarik dari pangkalan al-Qa’im di barat Irak, yang berbatasan dengan Suriah.

Kepergian pasukan Amerika dilakukan ketika pasukan Perancis dalam koalisi militer pimpinan AS telah meninggalkan Irak pada 25 Maret.

Mayor Jenderal Abdul Karim Khalaf, juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, mengatakan kepada kantor berita resmi Irak bahwa “pasukan Prancis telah meninggalkan wilayah Irak, dan koalisi pimpinan-AS telah membersihkan pangkalan udara.”

“Kepergian mereka datang berdasarkan perjanjian yang dilakukan dengan pemerintah Irak,” tambah Khalaf tanpa menjelaskan lebih lanjut. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: