NewsTicker

Assad: Tak Ada Pemulihan Hubungan dengan Turki Selama Erdogan Dukung Teroris

Konflik Suriah

Suriah – Presiden Suriah Bashar Assad menggambarkan peluang terjalinnya hubungan diplomatik normal dengan Turki dalam waktu dekat, menekankan bahwa cita-cita seperti itu tidak dapat dicapai selama Presiden Recep Tayyip Erdogan masih mendukung kelompok-kelompok militan Takfiri dan berada di bawah pengaruh kuat gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir.

“Erdogan bertarung bersama teroris (di Suriah) berdasarkan ideologi Persaudaraannya. Karena itu, ia sendiri tidak dapat memberitahu rakyat Turki mengapa ia mengirim pasukannya untuk berperang di Suriah. Satu-satunya alasan adalah Ikhwanul Muslimin. Ini tidak ada hubungannya dengan kepentingan nasional Turki, ”kata Assad dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi berita Rossiya 24 milik pemerintah Rusia, Kamis (05/03).

Baca Juga:

Ia menggambarkan perselisihan antara Suriah dan Turki sebagai “tidak logis,” menekankan bahwa kedua negara ini memiliki hubungan persaudaraan dan berbagi kepentingan bersama.

“Tindakan bermusuhan apa, besar atau kecil, yang pernah dilakukan rakyat Suriah terhadap bangsa Turki selama perang atau bahkan sebelum perang? Tidak ada hal seperti itu. Ada pernikahan Suriah-Turki, ada keluarga, ada kepentingan bersama yang vital. Interaksi timbal balik budaya ini ditentukan secara historis. Adalah tidak masuk akal bahwa kita memiliki beberapa pertikaian serius antara negara-negara kita,” kata presiden Suriah itu.

Assad lebih lanjut mencatat bahwa tidak akan ada pemulihan hubungan antara Damaskus dan Ankara selama “Erdogan terus mendukung teroris, menambahkan,” Dia harus berhenti mendukung terorisme, hingga titik dimana hal-hal dapat kembali normal karena tidak ada permusuhan antara kedua negara”.

Baca Juga:

Pemimpin Suriah itu kemudian dengan tajam mengkritik Ikhwanul Muslimin, dengan menyatakan bahwa para pendukungnya “tidak memiliki etika politik, sosial, atau agama. Bagi mereka, agama tidak dimaksudkan untuk prevalensi kebajikan tetapi kekerasan. Erdogan adalah anggota sekte oportunistik. Karena itu, sangat cocok baginya untuk melakukan apa yang telah ia lakukan. Kurangnya transparansi dan parodi tak berkesudahan adalah bagian dari sifat mereka (pendukung Ikhwanul Muslimin).

Assad melanjutkan dengan mengatakan bahwa masyarakat Suriah sekarang lebih koheren dan terintegrasi daripada sebelumnya.

“Ada alasan sederhana untuk itu. Perang adalah pelajaran yang sangat penting bagi masyarakat mana pun, pelajaran bahwa ekstremisme itu merusak dan penolakan terhadap orang lain itu berbahaya. Akibatnya, segmen-segmen dalam masyarakat kita bersatu. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: