NewsTicker

Atwan: Covid-19 Awal Hitungan Mundur Keruntuhan Imperialisme AS

Atwan: Covid-19 Awal Hitungan Mundur Keruntuhan Imperialisme AS Atwan: Covid-19 Awal Hitungan Mundur Keruntuhan Imperialisme AS

Lebanon  Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB menyerukan gencatan senjata segera di seluruh dunia untuk memfokuskan upaya memerangi epidemi “corona” yang mematikan, dan untuk menyelamatkan populasi manusia.

Guterres dan rekannya Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Arab menyerukan hal sama tanpa menyebutkan siapa yang berada di balik semua perang ini, dan yang membiayai peperangan dengan uang dan peralatan. Dia takut atas dirinya sendiri dan posisinya, dia tidak memiliki keberanian untuk menyebutkan nama-nama mereka di saat sejarah umat manusia sedang kritis.

Baca Juga:

Amerika Serikat adalah yang menyerbu dan menduduki Irak. NATO menghancurkan Libya dan mengubahnya menjadi negara gagal, dan berubah menjadi perang saudara hingga kini. Presiden Donald Trump mengakui bahwa ia menghabiskan $ 90 miliar di Suriah, mencuri minyaknya, dan menggunakan pendapatannya untuk membiayai kelompok-kelompok eksrimis dan teroris. Kemudian mereka menuduh China berada di balik penyebaran virus COVID-19.

Kami berharap Sekjen PBB juga menyerukan diakhirinya pengepungan dan sanksi ekonomi yang membuat puluhan juta orang kelaparan di banyak negara, seperti Iran, Suriah, Yaman, dan Jalur Gaza. Sanksi yang mencakup penutupan perbatasan, mencegah impor obat-obatan, peralatan medis dan menyebabkan kemartiran jutaan orang, seperti yang terjadi di Irak pada tahun sembilan puluhan. Satu makanan sehari untuk warganya, sementara mereka membekukannya di bank-bank, hingga tidak bisa mengimpor aspirin.

Virus Corona tidak diragukan bahayanya yang mematikan. Perjuangan melawannyanya membutuhkan kerja sama seluruh dunia. Tetapi virus corona masih lebih baik dan lebih berbelas kasihan daripada perang yang dilancarkan Amerika di Timur Tengah, yang telah membunuh jutaan orang, jutaan pengungsi dan jutaan orang diambang kelaparan akut. Dan mungkin sisi positifnya, terlepas dari semua itu, mungkin inilah alasan paling rasional untuk menghitung mundur kehancuran imperialis Amerika, dan membersihkan dunia dari kejahatan dan perangnya.

Baca Juga:

Kita tidak perlu surat kabar “Washington Post” untuk menjelaskan kepada kita tentang kerusakan parah yang diakibatkan virus corona pada kehidupan dan ekonomi Amerika, yang dapat mengindikasikan berakhirnya kekaisaran Amerika di dunia. Kekaisaran ini tidak memiliki rasa kemanusiaan, bahkan terhadap rakyatnya sendiri, dan tidak ada solusi untuk membantu jutaan orang yang terkena dampak epidemi ini, padahal AS negara terkuat, terhebat, dan terkaya di dunia.

Kebesaran bukan dihasilkan dari pembunuhan dan perang, perdagangan senjata, pemerasan dan pengepungan atau sanksi, tetapi lebih kepada moralitas dan penyebaran nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan, berdiri di samping yang lemah dan mendukung yang tertindas. Ini yang disebut prestasi, namun perilaku ini tidak memiliki tempat dalam kamus Amerika, baik sekarang maupun dulu.

Kami belum pernah mendengar atau membaca, pemerintah Amerika mengirim satu ton beras ke Jalur Gaza, bahan kimia yang diperlukan untuk mengolah limbah dan memurnikan air, atau satu misi medis untuk mengobati wabah kolera di Yaman, yang merenggut nyawa ratusan ribu orang, atau kelaparan di kamp-kamp pengungsi Suriah dan Irak. Tetapi kita telah membaca dan mendengar tentang penjualan senjata, pesawat tak berawak AS yang digunakan untuk membombardir pernikahan, pelayat, sekolah, dan taman kanak-kanak, seperti kita juga telah mendengar tentang uranium yang digunakan pada rudal Amerika dalam perang Irak, yang menyebabkan kanker, dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam keadaan cacat.

Kami tidak memiliki keinginan terhadap pemerintahan Amerika yang berturut-turut menerapkan kebijakan brutal terhadap kami, bukan orang-orang Amerika. Mengapa mereka mempraktikkan bentuk-bentuk rasisme terhadap kami, mendukung para diktator di negara kami, dan mencuri ratusan miliar dolar kekayaan kami, baik secara langsung atau tidak langsung, melalui permaninan harga minyak atau penawaran senjata yang telah kedaluwarsa, untuk menyelamatkan ekonomi mereka dan menyediakan lapangan kerja bagi para pengangguran di negara mereka.

Baca Juga:

Virus Corona menyingkapkan rasisme Amerika, kegagalan sistem kesehatannya, karena keegoisannya dan kurangnya kepedulian terhadap penderitaan orang lain. Dan 100 juta dolar diperuntukkan untuk membantu negara-negara yang terkena dampak, dan itu jauh lebih sedikit daripada jumlah yang mereka bayarkan untuk membungkam dan mencegah kita membicarakan skandal-skandalnya, nilai-nilai, keyakinan kita, dan pendidikan kita.

Jika perang Suez dan agresi Inggris-Prancis-Israel menandai tanggal runtuhnya kerajaan Inggris, maka virus Corona dapat menjadi awal penghitungan mundur hingga berakhirnya kekaisaran Amerika, atau begitulah kami berharap ..

Terima kasih kepada China dan Rusia .. Terima kasih kepada negara kecil Kuba, yang sangat manusiaw, untuk semua bantuan yang diberikan kepada mereka yang terkena dampak epidemi ini. (ARN)

Penulis: Abdel Bari Atwan, Editorial Media Raialyoum

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: