NewsTicker

Badan Perlindungan Sipil Italia: Jumlah Kasus COVID-19 mungkin 10 Kali Lipat dari yang Dilaporkan

Badan Perlindungan Sipil Italia: Jumlah Kasus COVID-19 mungkin 10 Kali Lipat dari yang Dilaporkan Badan Perlindungan Sipil Italia: Jumlah Kasus COVID-19 mungkin 10 Kali Lipat dari yang Dilaporkan

Italia – Badan Perlindungan Sipil Italia mengatakan pada hari Selasa bahwa jumlah kematian akibat virus corona di negara itu kembali melonjak dalam 24 jam terakhir, mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi mungkin 10 kali lebih tinggi.

Pernyataan Badan ini mengikis harapan terbaru bahwa epidemi di negara terdampak paling parah di dunia itu berkurang setelah jumlah yang menggembirakan dalam dua hari sebelumnya.

Korban tewas naik menjadi 743 jiwa pada hari Selasa (24/03), penghitungan harian tertinggi kedua sejak wabah muncul di wilayah utara pada 21 Februari, dan naik tajam dari 602 yang tercatat pada hari Senin.

Baca Juga:

Italia telah menyaksikan lebih banyak kematian dibanding negara lain, dengan angka terbaru menunjukkan bahwa 6.820 orang telah meninggal akibat infeksi ini hanya dalam waktu sebulan.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi mencapai 69.176 pada hari Selasa, tetapi dengan Italia menguji hanya orang-orang dengan gejala parah, kepala Badan Perlindungan Sipil mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi mungkin 10 kali lebih tinggi.

“Rasio satu dari setiap 10 kasus yang tersertifikasi dapat dipercaya,” ujar Angelo Borrelli kepada surat kabar La Repubblica, yang mengindikasikan bahwa ia yakin sekitar 700.000 orang mungkin telah terinfeksi.

Baca Juga:

Data terbaru itu disampaikan menyusul kekecewaan terhadap negara yang telah berada dalam penguncian selama dua minggu, dengan sekolah, bar dan restoran tutup serta orang-orang Italia dilarang meninggalkan rumah mereka untuk semua hal kecuali memenuhi kebutuhan pokok.

Pada hari Senin pemerintah menutup semua bisnis yang tidak dianggap penting untuk rantai pasokan negara dengan persyaratan vital, dan setelah angka terbaru Perdana Menteri Giuseppe Conte memperketat denda bagi orang-orang yang meninggalkan rumah mereka hingga 3.000 euro (3.225 dolar) dari maksimum sebelumnya 206 euro.

“Kita masing-masing harus memainkan peran kita,” katanya kepada wartawan di konferensi pers yang diadakan oleh tautan video jarak jauh untuk menghindari penularan.

“Jika semua orang mematuhi aturan, mereka tidak hanya melindungi diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai, tetapi mereka akan memungkinkan seluruh komunitas nasional untuk keluar dari keadaan darurat ini.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: