NewsTicker

Demo “Makar” Khilafah di Jogya, Polisi dan Pemerintah Kemana?

Poster dan Baliho Saat Demo di Yogya

Jakarta – Pada Selasa pagi (03/03/2020) sekelompok demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Jogja membuat heboh publik dengan poster dan berbagai slogan yang mereka usung. Diduga, aksi demo ini merupakan peringatan 96 tahun keruntuhan daulah khilafah.

Mereka membawa berbagai poster dan spanduk provokasi bahkan menjurus kepada “makar” terhadap negara salah satunya adalah “Nasionalisme Pemecah Belah Persatuan Umat”, sebuah iklan yang sangat berbahaya sekali karena ulama-ulama moderat dari Walisongo hingga sekarang bersusah-payah menggelorakan Nasionalisme adalah bagian dari Islam, ini jelas-jelas kelompok Hizbut Tahrir dibalik demo ini. Bahkan mereka membawa bendera hitam yang jelas-jelas adalah bendera yang sama seperti dibawa oleh teroris di seantero jagad meskipun mereka mengklaim itu adalah bendera tauhid.

Namun kenapa aparat dan pemerintah setempat bungkam akan hal ini, sudah jelas pemerintah lewat undang-undang sudah melarang ormas ini.

Berikut beberapa komentar soal tidak ada kewajiban dalam Islam untuk mendirikan Khilafah bahkan para ulama ini menjelaskan kalau ada ormas atau siapa saja yang anti nasionalisme dapat dipastikan itu adalah para tukang makar:

Habib Ali Al-Jufri: Seruan Khilafah Ingin Rebut Kekuasaan Bukan Tegakkan Islam

Kemarin Habib Ali Al-Jufri menyampaikan, “Siapapun orang yang mengajak kalian untuk mendirikan Khilafah maka jangan kalian ikuti! Baik ia dari Arab, Turki, atau dari manapun. Mereka hanya ingin merebut kekuasaan dengan memanfaatkan ghirah dan kecintaan kalian kepada agama“.

Habib Ali Jufri: Klaim Khilafah Islamiyah Tipu Umat Atas Nama Jihad Islam

Saya tidak bicara tentang pemerintahan. Tapi jaga negeri kalian. Jangan terprovokasi dengan orang pakai baju putih yang mengatasnamakan Islam, demokrasi, liberalisme dll. untuk merusak dan menipu. Imam Mawardi mengatakan dalam kitabnya al-Ahkam as-Sulthaniyah, agama, akal, jiwa, kehormatan dan harga diri harus dijaga. Jika negara hancur, maka semuanya akan hancur.

Habib Ali Al-Jufri: Siapa Saja yang Ganggu Pemerintah Maka Dia Kriminal

Para pelaku Kriminal yang mengatasnamakan agama dan Islam, menurut beliau Siapapun yang memanas-manasi institusi-institusi pemerintah itu adalah pelaku Kriminal meskipun dia pakai Imamah, meskipun mengatasnaman agama, menolong atau membela Islam itu mungkin orang bodoh yang diketawai atau penipu, siapapun dia, karena ketika ada orang yang memanas-manasi dan mengusik pemerintah maka dia menghancurkan negara, berarti dia menghancurkan 5 pondasi agama (agama, menjaga jiwa (kehidupam, akal, harga diri dan harta).

Habib Ali Al-Jufri: Hancurnya Suriah dan Libya Karena Ulama Permainkan Syariat

Di Timur Tengah seperti Libya dan Suriah banyak kemunkaran. Ketika dainya tidak bijak, maka keadaan akan makin parah. Kita silakan amar ma’ruf. Siapapun pelakunya, siapa saja silakan dengan cara yang baik dan jangan menyebabkan negara menjadi hancur.

Khawarij Cikal Bakal Kelompok Pemberontak Pemerintah dan Khalifah Berkedok Agama

Bagaimana para kelompok pemberontak yang menggunakan ayat suci dan agama sebagai topeng untuk meruntuhkan sebuah pemerintahan, mereka adalah kelompok yang buta agama sesungguhnya, mereka adalah kelompok yang tidak memahami makna agama tapi merasa paling memahami agama, kelompok ini disebut Khawarij, Khawarij inilah menjadi cikal bakal dari sumber intoleran di dunia ini.

Jawaban Menohok Gus Nadir ke HTI

Kesimupulan: TIDAK satupun kitab fiqh di atas baik dari berbagai mazhab, kitab fiqh umum maupun khusus masalah siyasah, baik klasik maupun modern, yang mencantumkan hadits riwayat Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah apalagi membahas bahwa kelak akan datang lagi khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian.

HTI Pakai ‘Agama’ untuk Lawan Pemerintah

Sebelum ada HTI, bangsa Indonesia hidup rukun damai. Kehidupan beragama damai. Kehidupan antar kelompok sosial terjalin erat. Adat istiadat dan budaya setiap entitas budaya setiap daerah bisa berjalan dengan damai tanpa ada pertentangan. Namun setelah adanya faham HTI yang tersebar dalam masyarakat, kehidupan beragama, interaksi sosial dan budaya menjadi sesuatu yang rentan pertentangan dan kericuhan oleh kelompok HTI yang menganggap semua itu tak sesuai ajaran agama yang mereka anut. Diduga, penentangan tersebut dilakukan organisasi HTI, mereka menjadi dalang keretakan kehidupan berbangsa saat ini.

Alm KH. Hasyim Muzadi Pernah Sebut HTI Suatu Saat Akan Bentrok Dengan Negara

Hizbut Tahrir sampai saat ini ditolak dan diuber-uber oleh negara-negara di Timteng karena dianggap sebagai ancaman kamnas. Baik ideologi maupun sistem Khilafah tidak dikenal serta berlawanan dengan ideologi dan sistem kenegaraan mereka.

Sejarah Berdarah Khilafah

Kemudian ada yang ngeles, apakah dengan penerapan demokrasi lebih baik? Setidaknya demokrasi dibuat oleh manusia, bisa terus dilakukan perbaikan. Sedangkan khalifah menurut kalian sesuatu yang sakral berasal dr Tuhan yang tidak bisa dikritisi. Jadi masih ngeyel ingin tegakkan khilafah? Kalau saya NO.

Melihat cuplikan-cuplikan diatas sudah jelas menggambarkan kepada kita bahwa Khilafah ala mereka bukan ajaran Islam dan bahkan adalah gerakan politik yang ingin menguasai sebuah negara, maka seharusnya aparat keamanan dan pemerintah setempat tidak membiarkan gerakan ini, contoh nyata Suriah hancur oleh ulah mereka yang sebelumnya dibiarkan dan pada akhirnya mereka memberontak kepada pemerintahan yang sah, dan akibatnya negara itu hancur. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: