NewsTicker

Hadapi Keganasan Corona, Italia Keluarkan Paket Penyelamatan Ekonomi

Hadapi Keganasan Corona, Italia Keluarkan Paket Penyelamatan Ekonomi Corona Virus di Italia

Italia Setujui Paket Ekonomi Hadapi Virus Corona setelah Korban Tewas Tembus 2000

Italia – Italia pada hari Senin menyetujui langkah-langkah pengeluaran 25 miliar euro (28 miliar dolar) guna membantu ekonomi yang rapuh untuk bertahan dari serangan virus corona dimana jumlah korban jiwa di negara yang terkena dampak terburuk di Eropa itu melonjak di atas 2.000.

Keputusan itu memberikan garis hidup finansial kepada keluarga dan perusahaan yang menghadapi kesulitan setelah pemerintah pekan lalu memerintahkan karantina total seluruh negara untuk membendung penularan.

Baca Juga:

“Ini adalah paket ekonomi yang berat. Kami tidak pernah berpikir bisa menghadapi banjir dengan pel dan ember,” ujar Perdana Menteri Giuseppe Conte pada konferensi pers.

Menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Italia, badan Perlindungan Sipil mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah melonjak 349 jiwa dalam 24 jam terakhir menjadi 2.158, naik 19%.

Namun, masih ada secercah harapan, dengan jumlah kasus baru meningkat hanya 13% menjadi 27.980,  tingkat pertumbuhan paling lambat sejak penularan pertama kali terungkap pada 21 Februari.

“Mari berharap ini adalah awal dari pembalikan tren. Saya mengatakannya dengan berbisik, ini bisa menjadi awal dari pembalikan tren, ”kata Attilio Fontana, gubernur wilayah Lombardy utara yang kaya yang telah menjadi wilayah terparah di Italia.

Baca Juga:

Otoritas lokal di salah satu kota yang paling parah terkena dampaknya, Bergamo, sedang berjuang untuk menghadapi meningkatnya jumlah kematian. Mobil jenazah memasuki pemakaman lokal sepanjang hari, sementara krematorium lokal beroperasi sepanjang waktu.

Rumah sakit dan kamar mayat penuh, artinya peti mati sekarang diletakkan di sebuah gereja kota.

“Di Gereja All Saints tidak ada bangku lagi, hanya peti mati,” Giacomo Angeloni, yang bertanggung jawab atas kuburan Bergamo, mengatakan kepada Reuters. “Situasinya dramatis … (tapi) kami berusaha mempertahankan kelayakan.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: