NewsTicker

Hamas Minta Raja Saudi Bebaskan Tahanan Palestina Ditengah Wabah Corona

Hamas Minta Raja Saudi Bebaskan Tahanan Palestina Ditengah Wabah Corona Hamas Minta Raja Saudi Bebaskan Tahanan Palestina Ditengah Wabah Corona

Palestina – Seorang pemimpin utama gerakan perlawanan Palestina, Hamas, telah meminta Raja Arab Saudi Salman untuk memerintahkan pembebasan segera puluhan warga Palestina yang mendekam di penjara-penjara kerajaan ultra-konservatif itu, mengutip ancaman yang ditimbulkan oleh penyebaran COVID-19.

Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada raja Saudi memohon kepadanya untuk membuat keputusan cepat dan memerintahkan kebebasan tahanan Palestina di penjara Saudi.

Baca Juga:

“Mengingat pandemi virus corona baru yang telah menyebar ke seluruh dunia, karena kekhawatiran akan kehidupan saudara-saudara kita yang terhormat, serta dengan semua pertimbangan kemanusiaan dan agama … pembebasan Palestina menjadi kebutuhan kemanusiaan dan nasional. Kami semua yakin bahwa Yang Mulia tidak akan ragu untuk melakukannya, ” bunyi surat itu sebagaimana dikutip Press TV.

“Kami menyerukan Penjaga Dua Masjid Suci untuk membuat keputusan yang sudah lama ditunggu-tunggu dan membebaskan rekan-rekan Palestina dari penjara,” bunyi surat tersebut lebih lanjut.

Keluarga-keluarga Palestina di penjara Saudi menyerukan pembebasan mereka

Sementara itu, keluarga-keluarga Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah meminta pemerintah Saudi untuk segera membebaskan para tahanan Palestina, dengan alasan ancaman yang ditimbulkan oleh penyebaran COVID-19.

Baca Juga:

“Hari ini, kami memperbarui seruan kami pada otoritas Saudi untuk membebaskan semua tahanan Palestina di Arab Saudi. Sebagian besar dari mereka menderita penyakit kronis dan membutuhkan pengobatan secara teratur. Kurangnya perawatan kesehatan di penjara mengancam hidup mereka,” kata pihak keluarga dalam pernyataan pers bersama.

“Mengingat penyebaran virus korona yang intensif di seluruh dunia, kami meminta pihak berwenang Saudi untuk mempertimbangkan pembebasan para tahanan ini sesuai dengan arahan Amnesty International,” bunyi pernyataan itu menambahkan.

Keluarga para tahanan, yang beberapa di antaranya berusia 80-an, mengatakan bahwa para tahahan Palestina ini telah ditolak aksesnya ke pengacara, serta tak memperoleh hak kunjungan, dan pihak berwenang baru-baru ini mulai mengurangi akses panggilan telepon juga. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: