NewsTicker

HEBOH! Ada Bendera “ISIS” dalam Demo Peduli Muslim India di Poso

HEBOH! Ada Bendera Bendera ISIS Berkibar dalam Aksi Pedul Muslim India di Poso

Jakarta – Mengecam dan mengutuk pembunuhan umat Islam di India oleh ekstremis Hindu, dan menyerukan pemerintah India untuk menghentikan kekerasan yang telah menyebabkan terbunuhnya 40 Muslim adalah hal yang konstitusional.

Namun, jika demo dan mobilisasi massa mengarah pada ancaman terhadap warga negara India yang berada di Indonesia, jelas ini mengancam keamanana dan stabilitas negara.

Diketahui bahwa Ketua PA 212 Slamet Maarif mengancam akan melakukan sweeping terhadap warga India di Indonesia apabila janji ditemui oleh Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, tidak terlaksana.

Baca Juga:

“Saya kasih peringatan kalau sampai Jumat besok mereka tidak punya niat baik untuk bertemu dengan kita, untuk menerima ulama-ulama kita, maka mulai Jumat depan kita sudah sepakat akan bergerak untuk tidak membiarkan bendera India berkibar di Indonesia. Jangan salahkan kami kalau Jumat depan, mereka tak temui kami, anak yang datang akan men-sweeping warga India di Indonesia, Saudara,” papar Slamet.

Selain ancaman, Massa Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), hingga Front Pembela Islam (FPI) nampaknya punya agenda lain, yakni mempromosikan khilafah dalam setiap aksi-aksinya.

Demo kemarin, terlihat dengan jelas bahwa di antara pengunjuk rasa ada yang memegang bendera ISIS, salah satu kelompok teroris paling kejam dan sadis di Irak dan Suriah. Meskipun latar bendera itu dirubah warna putih, tapi simbol dan tulisan masih sama dengan bendera ISIS.

Baca Juga:

Bahkan akun Twitter @Detektif_Ngibul mengungkapkan investigasinya dalam sebuah tweet dan video terkait demo Peduli Mulim India di Poso, yang mengatakan “Woow!! Fakta mengejutkan!! Hari ini bendera ISIS berkibar lagi pada Aksi Peduli Muslim India di Poso, Sulawesi Tengah. Ternyata antek ISIS masih berkeliaran!”

Gambar tersebut diunggah oleh akun Facebook Indra Gunawan. Dari hasil investigasi @Detektif_Ngibul, Indra Gunawan tergabung dalam Relawan Syam Organizer dan Syariat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Sulawesi Tengah.

Dewan Pembina dari Syariat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) sendiri adalah Farid Ahmad Okbah. Pada tweet 25 Februari @Detektif_Ngibul mengungkapkan investigasinya tentang Farid Okbah.

Baca Juga:

Di antaranya, ia mengingatkan bahwa FARID AHMAD OKBAH mendukung  teroris & siap mengirim 1 juta muslim Indonesia ke Suriah beberapa tahun lalu.

“Ingat baik2 nama & mukanya, FARID AHMAD OKBAH. Bpk ini mendukung  teroris & siap ngirim 1jt muslim Indonesia ke Suriah bbrp thn lalu.

Berikut beberapa faktanya;

@Detektif_Ngibul juga mendapatkan gambar Indra Gunawan yang sedang memegang senjata api larang panjang, entah beneran atau hanya mainan.

“Ini membuktikan bahwa pelaku memiliki keinginan jihad yang sangat tinggi,” tulis @Detektif_Ngibul.

ISIS kembali muncul dalam aksi Peduli Muslim India di Poso. Ini bukan sebuah kebetulan, karena kemunculannya pun di Poso, wilayah yang pernah menjadi daerah operasi Tinombala.

Operasi Tinombala adalah operasi yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini melibatkan satuan Brimob, Kostrad, Marinir, Raider, dan Kopassus.

Artinya wilayah ini menjadi pantau khusus TNI dan Polri dalam memberantas kelompok-kelompok teroris yang berkembang di Indonesia.

Kok bisa muncul bendera ISIS?

Kemunculan bendera ISIS di tengah-tengah aksi Peduli Muslim India adalah sebuah tes untuk melihat respon pemerintah. Jika ada pembiaran dan tidak ada respon maka gerakan-gerakan ini akan berlanjut, maka sebentara lagi kita akan mendapati kembali bendera-bendera ISIS bertebaran di berbagai kota.

Mungkin aparat kurang jeli dalam membaca gerakan-gerakan teroris yang telah berkamuflase dan membaur dengan masyarakat. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: