NewsTicker

Italia Kecewa Berat Ditinggalkan Uni Eropa saat Wabah COVID-19

Italia Kecewa Berat Ditinggalkan Uni Eropa saat Wabah COVID-19 Italia Kecewa Berat Ditinggalkan Uni Eropa saat Wabah COVID-19

Italia – Wabah COVID 19 memasuki minggu kelima di Italia di tengah kekhawatiran bahwa pandemi ini akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Kepala perlindungan sipil, Angelo Borrelli, mengumumkan pada hari Jumat (20/03) bahwa puncak penyebaran infeksi masih dua minggu lagi dengan Perdana Menteri Giuseppe Conte mengisyaratkan kemungkinan memperluas langkah-langkah karantina total secara nasional jauh lebih lama dari 3 April.

Kekecewaan di negara itu meningkat karena kurangnya dukungan dari Eropa. Sebelumnya pada bulan Maret, ketika Roma meminta pasokan peralatan medis yang mendesak di bawah mekanisme krisis khusus Eropa, tidak ada satu pun negara Uni Eropa yang merespons.

Baca Juga:

Ini sementara lebih dari 40.000 orang telah tertular virus dan lebih dari 3.400 telah meninggal dunia karena virus itu di Italia, melebihi jumlah kematian akibat virus corona di China.

Situasi perawatan kesehatan semakin memburuk khususnya di wilayah Lombardy, jantung dari wabah corona Italia. Sistem kesehatan nasional Italia yang sudah tegang kini harus berjuang dengan kurangnya ruang, sumber daya dan staf setelah rumah sakit dibanjiri oleh pasien virus corona selama beberapa minggu terakhir. Tempat tidur di departemen perawatan intensif hampir habis di daerah-daerah yang paling parah terkena bencana, dan memaksa dokter untuk mempekerjakan dokter pensiunan.

Baca Juga:

Sementara itu, tim ketiga yang terdiri dari 300 ahli medis dan perawat China dengan berton-ton pasokan medis mendarat di Milan pada hari Jumat. Sekitar 21 staf medis lainnya telah mendarat di Roma dalam beberapa hari terakhir dengan 30 ventilator paru, 200.000 masker wajah dan sembilan ton pasokan lain untuk membantu upaya Italia melawan virus corona.

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio memuji China atas dukungannya dengan mengatakan bahwa solidaritas Roma-Beijing telah semakin dalam di tengah krisis virus corona. 65 dokter dan perawat dari Kuba juga dijadwalkan tiba di Lombardy pada hari Sabtu. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: