NewsTicker

Kredibilitas UE Dipertaruhkan dalam Menanggapi Pandemi Corona

Kredibilitas UE Dipertaruhkan dalam Menanggapi Pandemi Corona Kredibilitas UE Dipertaruhkan dalam Menanggapi Pandemi Corona

Eropa – Seorang menteri Prancis mengatakan bahwa bagaimana tanggapan Uni Eropa terhadap wabah virus korona akan menentukan kredibilitasnya di masa depan, dimana patogen itu terus menelan korban besar di seluruh blok tersebut.

“Jika Eropa hanya pasar tunggal ketika waktu sedang baik, maka itu tidak masuk akal,” ujar Sekretaris Negara Prancis untuk Urusan Eropa Amelie de Montchalin kepada radio Inter Prancis pada hari Minggu (29/03).

Komentar De Montchalin ini disampaikan setelah Uni Eropa minggu lalu gagal menyetujui langkah-langkah untuk melunakkan pukulan ekonomi akibat pandemi dan mempersiapkan pemulihan.

Baca Juga:

Jerman dan Belanda dengan kuat menentang dorongan oleh Italia, Spanyol, Portugal dan Perancis untuk menerbitkan obligasi bersama guna membantu membiayai stimulus ekonomi.

Ada juga argumen tentang pembagian peralatan medis dan kontrol perbatasan.

“De Montchalin menyatakan bahwa tidak ada rebound finansial di Jerman dan Belanda jika seluruh Eropa tetap sakit. Krisis virus corona menimbulkan pertanyaan eksistensial untuk Eropa,” tambahnya.

“Eropa kita adalah satu tindakan, solidaritas, dan jika negara-negara tertentu melihat sebaliknya, maka pertanyaan tentang tempat mereka akan muncul dengan sendirinya, seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh serikat ini sebagai kelompok dari 27 negara,” kata de Montchalin.

Baca Juga:

“Pihak-pihak populis Eropa bisa menjadi pemenang jika para pemimpin Uni Eropa gagal bertindak secara kolektif selama krisis serius ini,” katanya.

Ketika krisis virus corona berlanjut di UE, khususnya di Italia, Spanyol, Jerman, dan Prancis, kurangnya kerja sama di beberapa bidang dalam blok tersebut mengundang kecaman.

Uni Eropa diketahui tengah berupaya untuk mengoordinasikan tanggapan bersama terhadap wabah virus corona dan untuk melawan dampak ekonomi dari epidemi tersebut namun belum memperoleh hasil signifikan. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: