NewsTicker

Lima Tahun Agresi Brutal Saudi di Yaman; Koalisi Saudi-Amerika Gagal Total

Lima Tahun Agresi Brutal Saudi di Yaman; Koalisi Saudi-Amerika Gagal Total Lima Tahun Agresi Brutal Saudi di Yaman; Koalisi Saudi-Amerika Gagal Total

Yaman  Hari ini adalah lima tahun agresi koalisi pimpinan Saudi yang melancarkan perang brutal terhadap Yaman. Hari ini bukan hanya Yaman, tapi masyarakat dunia menegaskan kembali kecamannya atas kampanye militer yang berlumuran darah yang didukung oleh Amerika Serikat. AS “harus bertanggung jawab” atas perannya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil Yaman.

Koalisi Arab yang dipimpin Saudi dengan dukungan langsung dari Amerika, Inggris dan Prancis, gagal menghasilkan apa pun selain kehancuran dan pembantaian orang-orang yang tidak bersalah.

Perang telah mereduksi seluruh Yaman menjadi “kuburan,” mengubahnya menjadi tempat “tragedi kemanusiaan terbesar pada abad ini.

Baca Juga:

Arab Saudi melancarkan perang mematikan pada 26 Maret 2015 untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden yang setia kepada Riyadh. Arab Saudi mendapat dukungan senjata, intelijen, logistik, dan dukungan politik yang berkelanjutan dari Washington dan beberapa sekutunya, terutama Inggris.

Senjata-senjata yang dipasok oleh AS, Prancis dan Inggris, telah dikerahkan tanpa pandang bulu terhadap daerah-daerah berpenduduk sipil di Yaman.

Situasi kemanusiaan yang mengerikan di negara itu, menunjukkan sebanyak 80 persen dari populasi – yang terdiri dari 25 juta wanita dan anak-anak – membutuhkan bantuan kemanusiaan yang sangat mendesak sebagai akibat dari perang.

Baca Juga:

AS dan sekutunya, serta PBB “harus bertanggung jawab” atas kebisuan mereka dalam menyikapi kekejaman dan kejahatan perang di Yaman.

Perang Yaman, Suriah dan Irak telah membuktikan bahwa kehadiran AS di salah satu negara regional tidak menghasilkan apa-apa selain rasa tidak aman dan pencurian sumber daya alam.

Washington pada akhirnya akan menderita kekalahan dan kegagalan di Yaman, serta akan meninggalkan negara itu dengan wajah terhina. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: