NewsTicker

Muhammad Zazuli: Soal Corona Jangan Percaya Politisi dan Penceramah Agama

Coronavirus

Jakarta – Ada fenomena yang cukup mencengankan saat ini banyak politikus dan penceramah agama menjadi ahli medis mendadak, semua ini adalah gara-gara urusan virus Corona yang digoreng oleh kelompok anti pemerintah untuk menjatuhkan Jokowi.

Berikut ulasan menarik dari pegiat medsos Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya yang menjelaskan jangan percaya politisi dan penceramah soal virus Corona tapi dengarkan dari ahli medis yang memang benar-benar mengetahui masalah ini.

Baca Juga:

Soal Corona ini lebih baik kita mendengarkan para ilmuwan dan ahli medis saja. Politisi dan penceramah agama sebaiknya diam dulu daripada asal bicara sok tahu dan sok jago yang akhirnya malah cuma bikin malu.

Yang biasa propaganda “agama adalah satu-satunya solusi” kini mulai terdiam. Apakah corona ujian atau hukuman Tuhan? Sama sekali bukan itu masalahnya. Apakah doa bisa menangkal corona? Bahkan yang dianggap tempat suci agamapun tetap kena corona.

Disinilah manusia dipaksa untuk lebih mengedepankan rasionalitas dan sisi kemanusiaan dalam menghadapi musibah corona. Tanggalkan semua perbedaan politik dan agama. Hadapi bencana global ini sebagai sesama warga “satu desa dunia” (global village).

Baca Juga:

Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua ada sebab, alasan dan tujuannya. Hukum alam (hukum sebab-akibat) berjalan secara adil, seimbang, akurat, presisi dan matematis. Keterbatasan kita saja yang belum mampu mengungkapkannya.

China korban pertama corona. Apakah karena Tuhan benci orang komunis? Lalu kenapa corona menyerang pusat agama Islam (Makkah, Arab Saudi) dan pusat agama Katolik (Roma, Italia)? Penceramah agama tidak akan bisa menjawab pertanyaan ini.

Jadi mari dengarkan para ilmuwan dan para ahli. Jangan jadikan musibah/wabah sebagai komoditas politik dan dakwah berbau SARA. Gunakanlah sisi kemanusiaan daripada fanatisme agama dan politik.

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: