NewsTicker

Pasukan AS Menarik Diri dari Pangkalan K1 di Irak

Pasukan AS Menarik Diri dari Pangkalan K1 di Irak Pasukan AS Menarik Diri dari Pangkalan K1 di Irak

Irak – Pasukan pendudukan AS di Irak telah menarik diri dari pangkalan udara strategis di provinsi utara Kirkuk yang kaya minyak dan menyerahkannya kepada pasukan keamanan negara Arab itu, dua hari setelah Kata’ib Hezbollah mengadakan latihan militer yang diberi sandi ‘Berburu Gagak’.

Koalisi militer pimpinan AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Pangkalan Udara K1, yang terletak 15 kilometer (9 mil) barat laut Kirkuk, telah diserahkan kepada pasukan Irak pada hari Minggu (29/03).

Baca Juga:

“Mengingat keberhasilan yang dicapai oleh pasukan keamanan Irak dalam kampanye melawan Daesh/ISIS, koalisi ini memindahkan pasukannya ke posisi lain di Irak. Langkah seperti itu sudah direncanakan sejak lama dengan pemerintah Irak, ” tambah pernyataan itu.

Aliansi yang dipimpin AS lebih lanjut mengelak bahwa penarikan pasukan AS ada hubungannya dengan serangan rudal baru-baru ini terhadap pangkalan-pangkalan yang diduduki AS di Irak, atau pecahnya wabah virus corona di negara itu.

Penarikan pasukan AS dari Pangkalan Udara K1 ini dilakukan dua hari setelah kelompok perlawanan anti-teror Irak Kata’ib Hezbollah mengadakan latihan militer yang diberi tema ‘Berburu Gagak’, untuk mempersiapkan diri menghadapi pertempuran melawan pasukan AS setelah aktivitas Amerika yang mencurigakan baru-baru ini.

Baca Juga:

Kata’ib Hezbollah sebelumnya telah membongkar rencana komplotan militer AS untuk melakukan operasi udara besar-besaran dengan dukungan pasukan darat, terhadap pangkalan-pangkalan Unit Mobilisasi Populer (PMU) anti-teror, yang saat ini tengah berkonsentrasi membantu pemerintah Irak dalam perang melawan pandemi virus corona.

Beberapa hari yang lalu, jenderal top AS di Irak, Robert P. White memperingatkan Pentagon atas arahan rahasia mereka yang meminta komandan militer AS untuk mempersiapkan kampanye melawan Kata’ib Hizbullah. Ia memperingatkan harga yang harus dibayar dan risiko dari serangan semacam itu, mengatakan serangan akan “berdarah-darah dan kontraproduktif.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: