NewsTicker

PBB: Sanksi atas Iran Harus Diringankan atau Ditangguhkan Ditengah Wabah COVID-19

PBB – Kepala Komite Tinggi PBB untuk HAM mengatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan pada Iran, di antara negara-negara lain yang bergulat dengan pandemi virus corona, harus “segera dievaluasi kembali” untuk mendukung kehidupan jutaan orang di seluruh dunia.

“Pada saat genting ini, baik untuk alasan kesehatan masyarakat dunia, dan untuk mendukung hak dan kehidupan jutaan orang di negara-negara ini, sanksi sektoral harus dikurangi atau ditangguhkan,” kata Michelle Bachelet dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (24/03).

Ia memperingatkan, “Dalam konteks pandemi global, menghambat upaya medis di satu negara mempertinggi risiko bagi kita semua.”

Baca: Analis: Ada Upaya Jahat AS Halangi Negara Lain Bantu Iran Atasi Covid-19

Ia menekankan pentingnya memberikan efek yang luas dan praktis untuk pengecualian atas nama kemanusiaan dari tindakan sanksi melalui otorisasi yang cepat dan fleksibel untuk peralatan dan pasokan medis yang penting.

Bachelet menunjuk secara khusus pada kasus Iran, salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi, dan mengatakan wabah COVID-19 juga menyebar ke negara tetangga Afghanistan dan Pakistan.

Ia mengatakan bahkan sebelum pandemi, laporan HAM telah berulang kali menekankan dampak sanksi sektoral terhadap akses Iran ke obat-obatan penting dan peralatan medis, termasuk respirator dan alat pelindung bagi petugas kesehatan.

Baca: PM Pakistan ke Masyarakat Dunia: Cabut Sanksi atas Iran!

Menurut penghitungan terbaru, hampir 500.000 orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan lebih dari 17.000 orang telah meninggal karena penyakit virus.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan pada hari Selasa bahwa jumlah kematian akibat virus korona telah meningkat menjadi 1.934 dan total infeksi menjadi 24.811 selama 24 jam terakhir.

“Ada 122 kematian baru dan 1.762 infeksi baru sejak hari Minggu,” katanya. Jahanpour lebih lanjut menempatkan jumlah pasien yang telah pulih dari penyakit virus ini sebanyak 8.913 orang.

Baca: Iran Satu-satunya Negara yang Tidak Bisa Beli Alat-alat Medis Karena Sanksi AS

Presiden AS Donald Trump mengembalikan sanksi Washington terhadap Iran pada Mei 2018 setelah ia secara sepihak meninggalkan kesepakatan nuklir 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang ditandatangani antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Mahkamah Internasional (ICJ) yang dikenal sebagai Pengadilan Dunia, telah memerintahkan Gedung Putih untuk mencabut sanksi yang secara ilegal diberlakukan kembali atas pasokan kemanusiaan ke Iran.

AS mengklaim larangan itu tidak menghalangi ekspor makanan dan obat-obatan ke Iran, tetapi Republik Islam Iran mengatakan Washington terus membuat masalah bagi saluran kemanusiaan Swiss yang diluncurkan untuk memungkinkan transfer komoditas ke Iran.

Dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Tunisia Kais Saied pada hari Senin, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan langkah Amerika Serikat untuk mencegah pengiriman bantuan medis dan kemanusiaan serta fasilitasi interaksi perbankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Iran yang menderita virus corona baru yang mematikan menentang regulasi HAM dan PBB. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: