NewsTicker

Presiden dan Parlemen Irak Kutuk Serangan AS, Baghdad Panggil Dubes AS dan Inggris

Konflik Irak

Baghdad – Irak memanggil Dubes AS dan Inggris sebagai tindak lanjut atas serangan udara yang dilakukan di tanah Irak. Menurut pernyataan resmi di situs web Kementerian Luar Negeri Irak, Mohammed al-Hakim bertemu dengan para wakil menteri pada 13 Maret untuk membahas bagaimana menanggapi tindakan pasukan AS di negara itu.

Sebelumnya pada hari Jumat, Presiden Irak Barham Salih mengecam serangan AS baru-baru ini, dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara, seperti dilansir English.Almanar.com.

Serangan itu menewaskan enam warga Irak, seorang warga sipil dan lima personil keamanan, kata Tentara Irak dalam sebuah pernyataan juga pada hari Jumat.

Baca Juga:

Parlemen Irak Kutuk Serangan AS

Seorang anggota parlemen senior Irak mengkritik perang destruktif AS dalam menggunakan wilayah udara Irak, dan menyerukan pemerintah Baghdad untuk mencegah langkah bermusuhan Washington, seperti dilansir FNA.

“AS telah sepenuhnya menguasai wilayah udara karena pemerintah Irak diam,” kata anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak Badr al-Zobadi kepada situs berita al-Maalomah.

Al-Zobadi meminta Baghdad untuk secara serius berurusan dengan Washington yang melanggar hukum Irak, dan mengatakan bahwa sebagian besar jet tempur Amerika digunakan untuk menimbulkan ancaman terhadap negara-negara tetangga.

Baca Juga:

Legislator Irak menunjukkan bahwa puluhan drone AS lepas landas dari Irak kapan saja mereka inginkan sementara pemerintah Irak tidak mengambil sikap tegas dalam hal ini.

Dalam perkembangan yang relevan pada hari Kamis, pesawat-pesawat tempur menghantam sebuah wilayah di Suriah Timur dekat perbatasan Irak, menewaskan sedikitnya 18 anggota Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), beberapa jam setelah serangan roket terhadap pasukan koalisi pimpinan-AS di Taji, Irak, yang menyebabkan tiga anggota koalisi mati.

Media Suriah mengatakan, jet-jet tak dikenal menghantam sasaran di Tenggara kota Suriah, al-Bukamal, di sepanjang perbatasan dengan Irak pada Kamis dini hari.

Laporan mengatakan sedikitnya 18 pasukan populer Irak tewas di daerah perbatasan di Suriah Timur. Sementara itu, beberapa laporan oleh media lokal mengatakan bahwa sebuah daerah di provinsi Anbar, di perbatasan dengan Suriah, juga diserang oleh pesawat tempur tak dikenal.

Serangan itu terjadi tidak lama setelah koalisi pimpinan-AS mengkonfirmasi tiga personelnya – dua orang Amerika dan satu warga Inggris – tewas dalam serangan roket di kamp militer Taji, Irak.

Beberapa sumber melaporkan bahwa serangan di wilayah Suriah dan Irak diluncurkan oleh AS sebagai balasan atas serangan terhadap pangkalan Irak, dan menargetkan posisi Unit Mobilisasi Populer Irak di Anbar, RT melaporkan. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: