NewsTicker

Presiden Irak dalam Tekanan Kuat Amerika untuk Tentukan PM Baru

Presiden Irak dalam Tekanan Kuat Amerika untuk Tentukan PM Baru Presiden Irak, Baham Salih

Irak – Seorang pakar Irak terkemuka mengungkapkan bahwa Presiden Barham Salih berada di bawah tekanan kuat Washington untuk memilih perdana menteri baru bagi negara Arab itu.

“Washington berusaha memberdayakan seorang perdana menteri berdasarkan kriteria dan kepentingannya sendiri, yang merupakan bahaya bagi proses politik di Irak,” kata Hossein al-Kenani kepada situs web berita berbahasa Arab al-Maalomah, Senin (09/03).

Baca Juga:

Ia mengkritik Salih karena mematuhi Washington dan mengimplementasikan rencananya di Irak.

“Ia telah beberapa kali menolak individu yang ditawarkan oleh fraksi yang lebih besar di parlemen untuk jabatan perdana menteri dan menahan diri untuk tidak memperkenalkan mereka sebagai perdana menteri baru,” kata al-Kenani.

Pertikaian politik dan dugaan korupsi yang meluas telah melumpuhkan upaya Irak untuk pulih dari dua invasi AS, sanksi dan perang destruktif untuk mengalahkan ISIS pada 2017.

Negara ini menghadapi gerakan protes massa yang pecah pada Oktober dan menjatuhkan mantan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi dua bulan kemudian. Namun kabinetnya tetap berjalan dalam kapasitas sementara. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: