NewsTicker

Rusia Mainkan Peran Penting dalam Rekonsiliasi Hamas-Damaskus

Rusia Mainkan Peran Penting dalam Rekonsiliasi Hamas-Damaskus Rusia Mainkan Peran Penting dalam Rekonsiliasi Hamas-Damaskus

Palestina – Pihak berwenang Rusia sedang memediasi rekonsiliasi potensial antara Gerakan Hamas dan pemerintah Suriah, menyusul tahun-tahun kekacauan antara kelompok itu dan Damaskus. Al-Monitor melaporkan hal ini  pada hari Senin.

Mengutip konferensi pers dari 4 Maret, Al-Monitor mengatakan bahwa pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan dukungannya untuk kedaulatan pemerintah Suriah atas seluruh Suriah.

“Damaskus mewakili peran penting untuk masalah Palestina,” kata Haniyeh, menekankan bahwa “kami telah hadir di Suriah selama 10 tahun”.

Baca Juga:

Menurut Haniyeh, Hamas tidak memiliki militan di Idlib dan gerakan itu tidak akan berpartisipasi dalam pertempuran yang dilancarkan di barat laut Suriah.

“Kami tidak bisa melupakan sejarah ini. Tidak ada kebijakan atau keputusan apapun oleh Hamas untuk terlibat dalam masalah Suriah, dan saya dengan tegas menyangkal keberadaan militan atau martir Hamas di Idlib, atau sebelum [peristiwa] Idlib, atau bahkan dalam revolusi Suriah”.

Menurut Al-Monitor, Moskow memainkan peran diplomatik dalam menghidupkan kembali hubungan antara Hamas dan Damaskus.

Seorang pejabat di Kedutaan Besar Rusia di Ramallah, yang meminta untuk tidak diidentifikasi, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa ‘pertemuan Haniyeh dengan menteri luar negeri Rusia awal Maret lalu menyentuh beberapa masalah Palestina di dalam dan di luar negeri, termasuk situasi di Suriah.

Baca Juga:

Laporan tersebut menetapkan bahwa Hamas bersedia untuk berdamai dengan pemerintah Suriah, yang kemungkinan akan meminta Rusia untuk melakukan mediasi antara kedua pihak.

Hubungan antara Hamas dan pemerintah Suriah sangat tegang selama tahun-tahun Khaled Meshaal adalah pemimpin gerakan Palestina.

Meshaal, sebelumnya menyatakan dukungan kepada oposisi Suriah, berpose di sebelah bendera yang mewakili Tentara Pembebasan Suriah (FSA) selama tahun-tahun awal konflik. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: