NewsTicker

Rusia: Tuduhan AS bahwa Maduro Teribat Perdagangan Narkoba Tak Masuk Akal

Rusia: Tuduhan AS bahwa Maduro Teribat Perdagangan Narkoba Tak Masuk Akal Rusia: Tuduhan AS bahwa Maduro Teribat Perdagangan Narkoba Tak Masuk Akal

Rusia – Rusia menyatakan kecaman terhadap tuduhan perdagangan Narkoba yang dilontarkan administrasi Trump atas Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan menekankan bahwa tuduhan itu “tidak masuk akal.”

Lebih lanjut Rusia mencatat bahwa sanksi AS yang terus berlangsung atas Venezuela dapat berubah menjadi “alat genosida” ketika digabungkan dengan epidemi virus corona.

“Kami tidak bisa cukup menekankan seruan kami untuk pencabutan segera sanksi unilateral yang melanggar hokum, yang mengubah epidemi saat ini menjadi alat genosida,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Jumat (27/03) sebagaimana dikutip dalam sebuah laporan oleh kantor berita Interfax yang berbasis di Moskow.

Baca Juga:

Pernyataan itu muncul setelah pemerintah AS pada hari Kamis mendakwa Maduro dan lebih dari selusin pejabat senior Venezuela lainnya atas tuduhan “terorisme narkoba” dalam eskalasi terbaru Washington dari kampanye tekanan jangka panjang terhadap Caracas yang dimaksudkan untuk menggulingkan presiden sah Venezuela tersebut.

“Pernyataan seperti itu terdengar sangat absurd dan liar di saat seperti ini ketika seluruh dunia menyatukan upayanya untuk memerangi pandemi. Washington terus menekan negara berdaulat, dan bukan hanya satu,” katanya lebih lanjut.

Departemen Luar Negeri AS bertindak dengan terang-terangan menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan atau hukuman para pejabat tinggi Venezuela.

Baca Juga:

Pejabat kementerian luar negeri itu juga menerangkan bahwa Rusia telah memasok test kit virus corona ke Venezuela, yang sejauh ini melaporkan 107 kasus virus mematikan tersebut, menambahkan bahwa Moskow akan terus membantu sekutu Amerika Latinnya dalam upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit yang sangat menular ini.

Perkembangan itu terjadi setelah Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya pada hari Jumat juga mengecam tuduhan AS terhadap presiden Venezuela itu sebagai “tidak berdasar, menggambarkannya sebagai puncak dari “unilateralisme vulgar” dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: