NewsTicker

Takut Diserang Iran, CENTCOM Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal di Pangkalan Irak

Takut Diserang Iran, CENTCOM Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal di Pangkalan Irak CENTCOM

Amerika Serikat – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem- sistem pertahanan rudal di Irak karena takut akan ada lebih banyak serangan Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan  jenderal anti-teror Qassem Soleimani.

Jenderal Kelautan Amerika Serikat, Kenneth McKenzie, kepala CENTCOM, membuat pernyataan ini pada sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada hari Selasa (10/03) sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca Juga:

“Kami juga sedang dalam proses membawa sistem pertahanan udara, sistem pertahanan rudal balistik, ke Irak khususnya, untuk melindungi diri terhadap kemungkinan serangan Iran lainnya,” katanya.

Pada 3 Januari, AS membunuh Letnan Jenderal Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, Abu Mahdi al-Muhandis, komandan kedua dari Unit Mobilisasi Populer Irak (PMU), dan sekelompok teman-teman mereka di Baghdad.

Operasi itu dilakukan di bawah perintah langsung Presiden AS Donald Trump, padahal Jenderal Soleimani sedang melakukan kunjungan resmi ke ibukota Irak.

Menyusul kekejaman itu, Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menjanjikan “balas dendam yang keras”.

Baca Juga:

Pada 8 Januari, IRGC melancarkan serangan balasan terhadap Pangkalan Udara AS Ain al-Assad di Provinsi Anbar Irak barat, dan pos terdepan yang menampung pasukan Amerika di kawasan semi-otonom Kurdistan Irak tersebut.

Departemen Pertahanan AS mengatakan pada 21 Februari bahwa sebanyak 110 pasukan AS telah didiagnosis menderita cedera otak traumatis setelah pembalasan itu. Angka itu lebih tinggi dari jumlah korban sebelumnya yang diumumkan pada 10 Februari.

IRGC mengatakan bahwa apa yang diklaim Washington terkait dengan cedera otak akibat serangan terhadap Ain al-Assad adalah “metafora untuk pasukan AS yang tewas.” (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: